Rabu, September 30, 2020
Beranda Sosial Mau Petik Mangga, Jupri Tersengat Listrik

Mau Petik Mangga, Jupri Tersengat Listrik

Korban baru diketahui sedang berada di atas pohon mangga dalam keadaan sekarat, setelah security (satpam) di tempat kerjanya, La Hasan (54) menurunkan bendera Merah Putih.


Ambon, suaradamai.com – Jupri, cleaning services yang bekerja di Kantor Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Maluku, harus menerima nasib alami luka bakar 30 persen pada bagian tangan dan kaki.

Pria yang diketahui merupakan warga Ahuru, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ini, tersengat aliran listrik saat memanjat pohon mangga yang berada di depan Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Maluku, yang terletak di Jln. Wolter Monginsidi, Negeri Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Jupri dilaporkan tersengat listrik pada Rabu, 4 Maret 2020 sekira Pukul 17.55 WIT. Tersangkut di atas pohon mangga, setelah menyentuh kabel yang terdapat aliran listrik.

Jupri sebelumnya hendak memetik buah mangga dengan cara memanjat pohon menggunakan pipa besi.

Korban baru diketahui sedang berada di atas pohon mangga dalam keadaan sekarat, setelah security (satpam) di tempat kerjanya, La Hasan (54) menurunkan bendera Merah Putih. La Hasan awalnya melihat pipa yang tersangkut di atas pohon mangga mengeluarkan percikan api. Setelah diamati, La Hasan baru terkejut karena Jupri sudah tersangkut di atas pohon mangga bersama pipa tersebut. Ia lalu berusaha memanggil korban, namun tidak ada respon.

La Hasan kemudian meminta bantuan dari warga setempat namun mereka tak dapat menurunkan korban dari atas pohon mangga itu. Tak tunggu lama, kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Baguala melalui sambungan telepon.

Sekira pukul 18.25 WIT, korban baru bisa diturunkan dari atas pohon mangga tersebut, setelah Tim Damkar tiba dengan mobil evakuasi. Usai diturunkan, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Otto Kwik guna pertolongan medis. (chintiasamangun/tarsissarkol)

1 KOMENTAR

  1. Beriratanya menarik cuman penulisan beritanya to loh belum termasuk kategori berita menarik karena penempatan kata-kata masih belum pas, padahal semua orang yang membaca mereka pengen liat apakah korban tersebut hanya mendapat musibah ringan stengah atau kah berat yang membuat kematian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ARTIKEL TERPOPULER

Pemkot Tual Pulangkan 254 Pelaku Karantina: Terbanyak Mahasiswa

Wali Kota memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menasihati pelaku karantina yang sebagian besar adalah pelajar mahasiswa.

Pengukuhan Rat Merohoinean Berlangsung “Maryadat”

Sebelum prosesi pengukuhan, tetua adat melakukan ritual pembersihan dan penyucian dalam tiga ritual berbeda.

Kerajinan Tangan Warga Ohoiren Perlu Inovasi

Kerajinan tangan lokal mulai mengalami kemunduran karena tidak ada inovasi. Langgur, suaradamai.com – Industri kreatif seperti kerajinan tangan...

Tahun 2021, Warga Ohoi Wermaf Miliki Rumah Layak Huni

Pemerintah Ohoi (Desa) Wermaf tidak tanggung-tanggung mengalokasikan anggaran jumbo untuk rehab rumah warga. Elat,...

KOMENTAR TERBARU