Mengenal Tari Salib, Tarian Khas Perayaan Agama Katolik Di Kei

Sukacita itu ditujukan lewat berbagai tari tarian yang dipentaskan oleh muda mudi Desa Namar, salah satunya tari Salib.


Langgur, suaradamai.com – Syukuran Misa pertama Imam Baru, RP. Marius Sarkol MSC di Stasi Ohoiluk pada (14/02/2022), disambut dengan penuh sukacita dan kegembiraan oleh umat Katolik wilayah Kei.

Sukacita itu ditujukan lewat berbagai tari tarian yang dipentaskan oleh muda mudi Desa Namar, salah satunya tari Salib.

Dinamakan Tari Salib lantaran tarian tradisional ini menggunakan Salib sebagai media utama. Selain itu, gerakan tarian yang merangkai dari setiap anggota penari membentuk formasi salib.

Dalam tarian tersebut, group tari Namar yang berjumlah 16 orang tersebut, memunculkan perpaduan yang harmonis antara gerak Sangur, Sul, Avat, dan Tut. Tarian itu semakin indah dengan balutan Busana, dan properti.

Saat ini, Tari Salib biasa ditampilkan sebagai tarian untuk menyambut tamu dan memeriahkan upacara keagamaan katolik.

Menurut Toko Masyarakat Namar, Pemi Ohoiwutun, Tari salib pertama kali diciptakan oleh Pius Sangli Renjaan Maslim Savsavubun, dan dipentaskan pertama kali pada hari Sabtu 12 Juni 1897 saat penjemputan Mgr. Walterus Yakobus Staal, SJ.

“Beliau juga menciptakan irama tiva Nam, Nama, Namar. Tiva Nam (Jenis Bunyi Tiva) merupakan perpaduan, dan tidak dapat dilepas pisahkan dengan Tari Salib,” Tutur Ohoiwutun.

Ohoiwutun juga mengakui bahwa Tari Salib sudah dipentaskan oleh umat wilayah Kei dengan berbagai modifikasi gerakan dan jumlah anggota penari.

“Tanpa mengurai rasa hormat, saya menghargai tari salib dari beberapa ohoi, baiklah kita memperkaya kasana gereja tanpa saling meremekan satu dengan yang lain,” tandas Ohoiwutun.

Editor: Petter Letsoin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU