Perjalanan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat infrastruktur dan kualitas layanan kesehatan
Ambon, suaradamai.com – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, memulai kunjungan kerjanya di wilayah timur Indonesia pada Kamis, 17 Juli 2025. Tiba di Bandara Pattimura Ambon pada pukul 06:10 WIT dengan penerbangan Batik Air, Menkes dan rombongan disambut hangat oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, jajaran Forkopimda Provinsi Maluku, serta Wali Kota Ambon. Penyambutan ini ditandai dengan prosesi pengalungan syal tenun dan iringan musik tifa totobuang.
Perjalanan Multi-Provinsi untuk Peningkatan Layanan Kesehatan
Kunjungan Menkes kali ini diprioritaskan untuk melihat langsung dan mendukung peningkatan fasilitas kesehatan di dua provinsi. Dari Ambon, Menkes Budi Gunadi Sadikin, didampingi Gubernur Maluku, langsung melanjutkan perjalanan ke Bandara Emalamo Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara. Mereka terbang menggunakan pesawat TNI Cassa 212 A-9144.
Sekitar pukul 07:55 WIT, rombongan tiba di Sanana dan disambut meriah oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Bupati Kepulauan Sula, serta Forkopimda Kabupaten Kepulauan Sula. Prosesi adat pengalungan syal dan cuci kaki menjadi bagian dari sambutan hangat ini. Di Sanana, agenda Menkes meliputi peninjauan RSUD Sanana dan peletakan batu pertama (Groundbreaking) untuk proyek peningkatan kelas rumah sakit tersebut.
Fokus Berlanjut ke Buru, Kembali ke Ambon
Setelah menuntaskan agenda di Sanana, Menkes dan rombongan dijadwalkan terbang menuju Bandara Namniwel, Kabupaten Buru, Maluku. Kedatangan mereka diestimasi pukul 11:05 WIT. Di sana, Menkes akan kembali meninjau RSUD Namlea dan juga melakukan Groundbreaking untuk peningkatan kelas rumah sakit.
Sesuai rencana, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, bersama Gubernur Hendrik Lewerissa dan rombongan, akan kembali ke Ambon pada hari yang sama, dengan perkiraan tiba pukul 14:30 WIT. Kunjungan di Ambon akan diakhiri dengan peninjauan ke RSUP dr. J. Leimena.
Perjalanan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat infrastruktur dan kualitas layanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan, guna memastikan akses kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.





