Musyawarah Adat Jazirah Leihitu, Saadiah Ulupatty: Harap Jadi Poros Pembangunan Pulau Ambon

“Ini satu sejarah yang diperbaharui kembali. Rasa memiliki, rasa membersamai, dan semangat menjaga Maluku untuk tetap baik dan maju,” ujarnya usai kegiatan.


Ambon, suaradamai.com – Anggota DPR RI, Saadiah Ulupatty, mengapresiasi terselenggaranya Musyawarah Adat Masyarakat Jazirah Lawa Lete Mena Hetu Jazirah dengan tema “Maju Bersama Membangun Jazirah Par Maluku Pung Bae” yang berlangsung di Hotel Santika Premiere, Sabtu (22/11/2025).

Kegiatan yang dihadiri para raja sebagai simbol adat di Jazirah Leihitu ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat tatanan adat, konsolidasi antar desa, dan menjaga harmonisasi masyarakat. Kehadiran 20 dari 22 raja adat disebut Saadiah sebagai bukti kuatnya komitmen dan rasa memiliki para latupati terhadap masa depan Jazirah Leihitu.

“Ini satu sejarah yang diperbaharui kembali. Rasa memiliki, rasa membersamai, dan semangat menjaga Maluku untuk tetap baik dan maju,” ujarnya usai kegiatan.

Saadiah menegaskan posisi strategis Jazirah Leihitu, baik secara geografis maupun demografis, karena berada dekat dengan Kota Ambon dan pusat pemerintahan Provinsi Maluku. Menurutnya, Jazirah seharusnya menjadi poros pembangunan Pulau Ambon.

“Jazirah bukan hanya penyangga Pulau Ambon, tetapi secara geopolitik dan demografi harus menjadi poros. Ini harus menjadi kesadaran bersama untuk melahirkan kepemimpinan yang kuat ke depan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti ketimpangan pembangunan yang masih dirasakan di beberapa wilayah Jazirah. Menurutnya, alokasi anggaran berbasis jumlah penduduk, baik dari APBD maupun APBN, harus lebih berpihak kepada wilayah dengan populasi besar dan posisi strategis.

“Jika hari ini ada ketimpangan infrastruktur atau pembangunan yang tidak dirasakan merata, itu tentu menjadi persoalan. Banyak variabel pembangunan di Maluku sesungguhnya berada di wilayah Leihitu,” jelasnya.

Saadiah berharap musyawarah adat ini dapat memperkuat silaturahmi, menjaga keamanan, dan memastikan stabilitas wilayah. Ia optimistis semangat kolektif para pemangku adat akan membawa Jazirah Leihitu dan Maluku menuju masa depan yang lebih baik.

“Semua hadir dengan satu tujuan: menjaga keberlangsungan, menciptakan stabilitas keamanan, dan membangun Maluku yang lebih baik,” tutupnya.


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...