November Mendatang Agnetha dan Nelayan di Hukurila Gelar Festival Sontong

“Tujuan  festival sontong ini yaitu ingin melestarikan tradisi budaya, yang dulu dikenal dengan  antar dan timba sontong,”jelas Aneth, Senin (10/10/2022).


Ambon, Suaradamai. com   – Negeri Hukurila dikenal sebagai salah satu Negeri Wisata dan juga daerah penghasil tuna di Kota Ambon. Ikan tuna hasil tangkapan nelayan kemudian diolah menjadi tuna loin untuk di ekspor.

Agnetha Louhenapessy  atau  Aneth,  adalah pendamping nelayan yang ditugaskan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di Negeri Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon sejak Februari 2022.

Menyadari potensi Negeri Hukurila sebagai daerah penghasil sontong, para nelayan dan Aneth menggagas Festival Sontong yang akan digelar November 2022 nanti. Gagasan ini didukung pemerintah Negeri Hukurila dan Dinas Perikanan Kota Ambon.

Bukan hanya menghasilkan tuna, tetapi juga menjadi daerah penghasil sontong, yang menarik pemancing dari daerah lain untuk datang ke sana.

“Tujuan  festival sontong ini yaitu ingin melestarikan tradisi budaya, yang dulu dikenal dengan  antar dan timba sontong,”jelas Aneth, Senin (10/10/2022).

Menurutnya, Festival Sontong ini dilaksanakan bukan saja untuk memperkenalkan potensi perikanan, wisata dan budaya namun juga membangun hubungan yang baik antar nelayan, pemerintah daerah dan juga masyarakat melalui adat budaya yang sangat melekat dan menjadi tradisi bagi masyarakat di Kota Ambon, khususnya Negeri Hukurila .

Kegiatan ini merupakan gebrakan pertama yang di lakukan Aneth bersama nelayan dan pemerintah negeri. Oleh karena it7  dia berharap kegiatan ini akan menjadi event adat dan budaya tahunan di  Kota Ambon.

Selain menggagas  kegiatan festival sontong di Negeri Hukurila, Agnetha Louhenapessy sebagai penyuluh perikanan juga bertekad memajukan nelayan Negeri Hukurila, dengan berbagai upaya yang sudah ia lakukan selama ini.

Kegiatan yang dilakukan antara lain, membantu nelayan dalam mengakses permodalan melalui KUR Bank,  untuk membeli alat penangkapan pancing tonda yaitu bodi dan mesin, juga untuk perbaikan mesin yang rusak.

“Sebagai penyuluh, saya juga membantu nelayan dalam mengikuti pelatihan BST secara gratis, mambangun kerja sama dengan PT. Hasrat Abadi YAMAHA motor tempel, untuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana cara merawat mesin motor tempel, mulai dari cara penggunaan oli yang benar, sampai cara mengatasi kerusakan pada mesin tersebut, yang sudah merupakan nyawa kedua bagi nelayan dalam beraktivitas,”terangnya.

Selain itu, Aneth juga melakukan pendampingan terhadap akses pasar bagi hasil tangkapan nelayan secara online, yaitu melalui akun Gemar Ikan. Dia juga membangun sinergitas dengan pengusaha perikanan untuk dapat memasarkan hasil tangkapan nelayan, melakukan pendampingan kepada nelayan dan membimbing mereka selain melakukan kegiatan penangkapan ikan, mereka juga harus menjaga kelestarian potensi perikanan maupun ekowisata Negeri Hukurila.

“Pentingnya menjaga kelestarian potensi perikanan maupun ekowisata Negeri Hukurila, karena saat ini Negeri Hukurila telah ditetapkan sebagai wilayah Masyarakat Hukum adat (MHA),”tandasnya.

Sebagai penyuluh pendamping nelayan di Negeri Hukurila, saat ini Aneth sedang berusaha agar negeri ini bisa memperoleh bantuan gudang beku (cold storage) agar nelayan dapat menyimpan hasil tangkapan mereka  di NegeriHukurila.

“Para nelayan sangat butuh gudang beku. Oleh sebab itu butuh dukungan doa agar   usaha ini dapat terwujud, sehingga nelayan tidak kesulitan lagi dalam menyimpan hasil tangkapannya,”pinta Aneth.

Anethe menyadari, masih banyak tugas yang harus di lakukan  di wilayah kerjanya  yang mencakup Negeri Leahari, Negeri Hukurila, Negeri Kilang dan Negeti Naku  yang ada di  Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel).

“Saya bertugas bukan di Hukurila saja, tetapi untuk Negeri-Negeri lain di Leitisel, antara lain Negeri Leahari, Negeri Kilang dan Negeri Naku. Sebagai pendamping nelayan yang ditugaskan Kementerian Kelautan dan Perikanan,  saya akan berusaha untuk tetap membantu mencari solusi-solusi terbaik dalam mengatasi permasalahan yang di hadapi oleh nelayan di Negeri-Negeri yang menjadi wilayah kerja. Oleh karena itu  sinergitas dengan berbagai pihak selalu saya lakukan  demi meningkatkan kesejahteraan nelayan,”pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU