Pemkab Malra Imbau Masyarakat di Luar Daerah agar Tidak Pulang Kampung

Virus corona punya kemampuan bertahan di berbagai benda dalam waktu yang lama.


Langgur, suaradamai.com – Menghadapi ancaman virus corona, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Malra mengimbau kepada masyarakat yang memiliki sanak saudara yang berada di luar daerah, untuk sementara waktu tidak kembali ke Maluku Tenggara.

“Hal ini dimaksudkan untuk mengeliminir kemungkinan penyebaran Covid-19 di Maluku Tenggara yang kita cintai ini,” jelas Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Malra Mochtar Ingratubun saat konferensi pers di Media Center, Kantor Bupati Malra, Senin (30/3/2020).

Sebagaimana yang telah diketahui, virus corona mampu bertahan dalam waktu yang lama di berbagai benda, di udara selama 3 jam, di tembaga selama 4 jam, aluminium 2-8 jam, sarung tangan operasi/medis 8 jam, karton/kardus 24 jam, besi/baja nirkarat 2-3 hari, kayu 4 hari, kaca 4 hari, kertas 4-5 hari, dan plastik 2-3 hari.

Kemampuan bertahan inilah yang juga menjadi kekhawatiran virus akan menempel saat melakukan perjalanan dari luar daerah atau luar negeri.

Selain imbauan tidak pulang kampung, adapun laporan lain yang disampaikan saat konferensi pers periode Minggu (29/3/2020) pukul 11.00 WIT sampai Senin (30/3/2020) pada waktu yang sama, di antaranya:

Pada Minggu (29/3/2020), telah dilakukan penyemprotan disinfektan pada lokasi RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, Kampus Politeknik Perikanan Tual, Ohoi Sathean, Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, Kompi C Batalion 734 Ibra, dan halaman Kantor Bupati Maluku Tenggara, Badan Keuangan dan Aset Daerah, Dukcapil Malra, Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Malra, Dinas Kominfo Malra, Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Malra.

Minggu (29/3/2020), pukul 12.00 WIT, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malra bersama anggota melakukan kunjungan ke lokasi karantina mandiri di Ohoi Sathean serta meninjau penanganan atas enam orang pelaku perjalanan yang dikarantinakan mandiri. Pada kesempatan tersebut Sekretaris Gugus Tugas memberikan edukasi kepada pelaku perjalanan dan masyarakat yang berada di sekitar tempat karantina mandiri.

Tim gugus tugas juga melakukan pemeriksaan rutin bagi penumpang maskapai penerbangan Wings Air di Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, dengan jumlah yang diperiksa 75 orang. Hasil pemeriksaan negatif atau tidak ditemukan gejala pandemik Covid-19.

Di hari yang sama, pukul 11.30 WIT, RSUD Karel Sadsuitubun Langgur menerima rujukan dari Rumah Sakit Hati Kudus Langgur seorang pasien bayi perempuan, berumur 9 bulan, beralamat di Petak 20 Kota Tual, dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Selanjutnya, pada Minggu malam (29/3/2020), pukul 20.00 WIT, dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku perjalanan di Hotel Villia Langgur. Jumlah yang diperiksa sebanyak tiga orang, dua laki-laki asal Australia dan satu orang asal Jakarta. Hasil pemeriksaan negatif atau tidak ditemukan gejala pandemik Covid-19. Tim juga memberikan edukasi tentang cara isolasi mandiri.

Pagi tadi, Senin (30/3/2020), pukul 09.00 WIT, telah diselenggarakan rapat terbatas antara Bupati bersama para camat dan Forkopimda dalam rangka penanganan penyebaran Covid-19. Hal-hal yang dibicarakan terkait dengan; penanganan pelaksanaan jam malam dimana aktivitas masyarakat hanya sampai jam 10 malam; para camat diminta secara intensif melakukan sosialisasi dan imbauan terkait Maklumat Kapolri, Maklumat Gubernur, serta Imbauan Bupati; penekanan lain terkait sosialisasi bagi pelaku perjalanan dan atau mereka yang ditetapkan sebagai ODP serta penyaman rumah karantina mandiri di tiap kecamatan; menjaga jangan sampai terjadi panic buying, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban; Bupati menugaskan staf ahli bagian ekonomi untuk melakukan operasi pasar guna menjaga stabilitas harga barang; menegaskan penegasan Kapolres Maluku Tenggara agar tidak melakukan pemalangan jalan oleh ohoi atau pihak manapun terkait penanganan Covid-19; percayakan kepada gugus tugas pemerintah daerah untuk menangani penyebaran Covid-19.

Terkait dengan pembiayaan terhadap penanganan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Maluku Tenggara, Ingratubun mengatakan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dan melaksanakan anggaran sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Sampai direalisasikan laporan hari ini, Senin (30/3/2020) pukul 11.00 WIT, Kabupaten Maluku Tenggara masih tetap dengan dua orang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

ODP 1 yang ditetapkan pada (23/3/2020) lalu, adalah seorang perempuan berusia 38 tahun, beralamat di Watdek, telah dilakukan pemeriksaan ulang dan hasilnya baik. Saat ini sedang rawat jalan. Riwayat perjalanan dari luar negeri, Abu Dhabi.

ODP 2, laki-laki, 51 tahun, beralamat di Wearsten, telah dilakukan pemeriksaan ulang dan hasilnnya membaik. ODP dua sudah keluar dari RSUD Karel Sadsuitubun Langgur. Saat ini juga sementara rawat jalan. Riwayat perjalanan dari luar daerah, Jawa dan Bali. ODP 2 ditetapkan pada (25/3/2020).

Ingratubun menegaskan, kedua ODP tetap dilakukan pemantauan selama 14 hari untuk dilakukan pemeriksaan ulang.

Reporter: Robert Remetwa/ Penulis: Labes Remetwa/ Editor: Labes Remetwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU