Pemuda Lintas Iman Malra Serukan Perdamaian Sikapi Kekisruhan di Bangsa Indonesia

Aksi ini meresponi berbagai polemik yang memperkeruh situasi bangsa Indonesia beberapa hari ini


Langgur, suaradamai.com – Pada Senin sore (1/9/25) di Landmark Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menjadi saksi aksi damai yang penuh makna.

Pemuda lintas iman dari berbagai organisasi, yakni Muhammadiyah Malra, GAMKI Malra, BKPRMI Malra, dan Pemuda Katolik Malra, bersatu menyampaikan pesan persaudaraan dan toleransi di Tanah Adat Bumi Larvul Ngabal.

Aksi yang berlangsung dengan penuh kekeluargaan ini tidak hanya menunjukkan solidaritas, tetapi juga komitmen kuat untuk menjaga harmoni antarumat beragama.

Aksi ini meresponi berbagai polemik yang memperkeruh situasi bangsa Indonesia beberapa hari ini.

Pernyataan sikap bersama dibacakan oleh Hidayat Reliubun, Ketua Pemuda Muhammadiyah Maluku Tenggara, mewakili sejumlah tokoh pemuda, termasuk M. Rumlan Rahanyaan (Ketua GP Ansor Malra), Cristo Beruat (Ketua GAMKI Malra), Hamzah Samalo (Ketua BKPRMI Malra), dan Izaak Ignatius Setitit (Ketua Pemuda Katolik Malra).

Dalam pernyataan tersebut, mereka menyampaikan lima poin penting yakni:

1. Menyampaikan belasungkawa yang amat dalam atas jatuhnya korban jiwa da luka-luka akibat insiden yang terjadi di beberapa daerah. Semoga keluarga yag ditinggalkan selalu diberikan penghiburan dan mendapat tempat yang layak disisi Tuhan Yang Maha Esa.

2. Menghimbau elemen pemuda lintas iman yang ada di kabupaten maluk tenggara untuk terus memperkuat persatuan, toleransi dan solidaritas yang menjadi kekuatan dalam menjaga moderasi antar umat beragama di Kabupaten Maluku Tenggara.

3. Mengingatkan kembali nilai-nilai luhur Hukum Adat Larvul Ngabal yang selalu menjadi pedoman hidup masyarakat kei untuk saling menyayangi, menlindung dan menjaga satu dengan lain sesuai dengan falsafah Fangnaan Ain Ni Ain (Saling menyayangi satu dengan yang lain).

4. Mengajak seluruh masyarakat Maluku Tenggara dan elemen pemuda untuk tidak terprovokasi dengan segala penggiringan isu yang dapat memecah-belah hubungan persaudaraan antar satu dengan yang lain di Kabupaten Mauku Tenggara.

5. Menginstruksikan kepada seluruh kader yang ada di kecamatan, ohoi (desa) dan wilayah tempat tinggal masing-masing untuk pro aktif dalam membantu pihak

TNI dan Polri bersama-sama dengan masyarakat, bergotong-royong, bahu-membahu, membangun ruang dialog dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan semua elemen masyarakat, menjaga fasilitas umum, serta membantu

kesulitan masyarakat di wilayah masing-masing.

Aksi damai ini berlangsung tertib tanpa mengganggu lalu lintas dan mendapat pengawalan dari pihak TNI/Polri.

Kehadiran berbagai elemen pemuda lintas iman ini menjadi simbol kuat bahwa Maluku Tenggara tetap menjadi teladan dalam menjaga keharmonisan dan kedamaian antarumat beragama.

Melalui semangat Fangnaan Ain Ni Ain, masyarakat Kei terus menunjukkan bahwa persaudaraan adalah kekuatan yang tak tergoyahkan


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...