Perketat Pengawasan, Disperindag Tual Monitoring Harga Barang Tiap Minggu

0
1292
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tual Darnawati Amir usai rapat RPD dengan DPRD Kota Tual, Senin (23/3/2020). Foto/tribun-maluku.com

Sesuai hasil monitoring, harga dua kebutuhan pokok mengalami kenaikan dalam satu minggu terakhir.


Tual, suaradamai.com – Pengawasan harga kebutuhan pokok dan stok barang di Pasar Masrum Tual terus dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tual. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah adanya permainan harga di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Kami Disperindag Kota Tual secara intens melakukan monitoring harga mingguan, dari monitoring itu kita bisa melihat situasi pergerakan fluktuasi harga dan stok yang ada di pasar,” ungkap Kepala Dinas Perindag Tual Darnawati Amir kepada suaradamai.com di ruang kerjanya, Kamis (30/4/2020).

Menurut Amir, sesuai hasil monitoring dalam satu minggu terakhir ini ada beberapa harga kebutuhan yang mengalami peningkatan di antaranya gula dan tepung terigu.

“Khusus untuk gula impor yang sudah masuk di Kota Tual, saat ini memang dilakukan pengawasan yang ketat, agar tidak terjadi lonjakan harga seperti yang terjadi pada dua minggu sebelumnya. Karena sesuai ketentuan Kementerian Perdagangan telah menetapkan standar harga gula Rp 12.500/kg,” kata Amir.

Amir mengaku, pihaknya sudah melakukan perhitungan bersama pedagang yang membeli gula dari pabrik. Hasil perhitungan disepakati untuk menetapkan harga gula yang dijual pada tingkat distributor dan pengecer.

“Kami mengajak kedua pelaku usaha untuk kita sama-sama menghitung, dan pada akhirnya kita sampai pada angka Rp 13.000/kg pada tingkat distributor dan tingkat pengecer yaitu Rp 14.000/kg,” terangnya.

Amir menambahkan, pihaknya telah memantau dan mempertanyakan kembali harga gula di tingkat distributor yang sebelumnya menyentuh angka Rp 17.000/kg.

Karena pengawasan yang ketat itulah, sejak dua hari lalu harga sudah kembali seperti yang disepakati, yaitu Rp 14.000/kg.

Untuk diketahui, gula yang mengalami penurunan harga adalah gula kristal putih, yang memang diimpor sesuai dengan penugasan di daerah seluruh Indonesia.

Sementara gula KBA yang sekarang masih beredar di pasar itu adalah stok cadangan nasional – lebih mahal dari gula kristal.

“Kalo yang masih ada di pasar dilepas harga gulanya masih tinggi itu mungkin karena gula KBA,” kata Amir.

Untuk membedakan gula kristal putih dengan gula KBA, dapat lihat dari kondisi fisik dan karung pembungkusnya. Gula kristal putih lebih bersih dan butiran-butirannya lebih halus, karung kemasannya berwarna merah-putih. Sedangkan gula KBA agak kasar, karung kemasannya berwarna hijau-putih dengan tulisan KBA.

Selain gula, tepung terigu juga mengalami kenaikan harga. Menurut Amir, harga tepung terigu sangat dipengaruhi oleh dollar.

“Terigu kemarin itu Rp 185.000/sak, sekarang sudah naik menjadi Rp 190.000/sak,” sebut Amir.

“Sekarang rupiah kita melemah sehingga pabrik secara nasional biaya produksi terigu juga mengalami kenaikan, mau tidak mau para pengusaha juga menekankan Rp 5.000/karung,” tambahnya.

Mengatasi kondisi ini, Disperindag tengah berupaya memfasilitasi para distributor yang membeli tepung terigu di pabrik. Dengan demikian dapat menekan harga terigu.

Untuk diketahui, hasil monitoring kebutuhan pasar secara mingguan dilaporkan langsung kepada Wali Kota Tual, Satgas pangan, Kepolisian Polres Maluku Tenggara, Kejaksaan dan OPD terkait lainnya.

Amir berharap pemantauan yang dilakukan dapat memberikan jaminan dan perlindungan bagi seluruh masyarakat di Kota Tual.

Editor: Labes Remetwa


Harga gula kristal sudah turun menjadi Rp 14.000/kg sesuai kesepakatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here