P2TIM Teluk Bintuni dinilai memiliki potensi strategis untuk mempercepat pembangunan SDM Papua, sehingga perlu diperluas dan diperkuat kapasitasnya.
Bintuni, suaradamai.com – Kelompok Kerja (Pokja) Papua Cerdas Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) menegaskan bahwa Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) Teluk Bintuni merupakan lembaga vokasi yang sangat dibutuhkan demi mendorong kemajuan Papua.
Penegasan ini disampaikan Ketua Pokja Papua Cerdas BP3OKP, Arius Mofu, saat melakukan kunjungan ke P2TIM Teluk Bintuni, Senin (24/11/2025).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pokja Papua Cerdas memperoleh berbagai informasi mengenai profil lembaga, program pelatihan, hingga proses penerimaan siswa dan pembinaan hingga penamatan.
Mereka juga berinteraksi langsung dengan para siswa serta berdiskusi dengan para trainer mengenai materi pelatihan yang diberikan.
“Ini potensi yang sangat besar dan strategis. P2TIM sebagai pencetak tenaga kerja yang handal dan siap bersaing, tidak hanya dari segi hardskill tapi juga softskill seperti pembentukan karakter dan disiplin,” kata Mofu.
Rombongan turut meninjau fasilitas belajar, termasuk workshop tempat para trainer menunjukkan hasil praktik siswa serta menjelaskan penggunaan alat dan instrumen pelatihan.
Menurut Mofu, keberadaan lembaga seperti P2TIM harus terus diperkuat untuk menjawab kebutuhan SDM Papua yang kompeten.
“Lembaga pelatihan seperti P2TIM perlu ditingkatkan dan diperluas kapasitasnya. Selain P2TIM, sekolah-sekolah vokasi yang lain juga perlu ditambah, seperti SMK di Bintuni. Hal ini sejalan dengan cita-cita besar agar Papua bisa cepat maju dan berkembang,” lanjutnya.
Ia juga menekankan bahwa negara-negara maju seperti Jepang, China, dan Belanda memprioritaskan pendidikan vokasi sebagai strategi pembangunan ekonomi.
“Memang kalau perlu kualitas harus ada biaya yang perlu dibayar,” imbuhnya.
Mofu menilai P2TIM merupakan aset berharga dalam percepatan pembangunan SDM, tidak hanya bagi Teluk Bintuni dan Papua, tetapi juga Indonesia.
“Ini adalah hal baik yang sudah ada yang perlu kita lanjutkan dan tingkatkan, bukannya dihilangkan atau dikurangi. Perlu koordinasi dan kerjasama dari pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaannya agar bisa berjalan lancar, dan untuk itulah tim kerja ini turun dan berkoordinasi,” tutupnya.
Di akhir kunjungan, tim BP3OKP menyampaikan sejumlah masukan, antara lain perlunya penambahan area P2TIM yang dinilai terlalu kecil untuk mengakomodasi potensi besar lembaga tersebut.
Mereka juga merekomendasikan penambahan jurusan baru sesuai kebutuhan industri, seperti alat berat dan pengelasan dalam air, agar lulusan lebih siap bersaing di pasar kerja.
Hasil kunjungan ini akan disusun dan disampaikan kepada pimpinan pusat sebagai bahan rekomendasi lanjutan.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni





