Prodi TBP Gelar Project Based Learning Produksi Ikan Nila di Air Garam

Bagaimana jika kampus tidak lagi hanya mencetak lulusan, tetapi juga melahirkan pengusaha baru? Itulah visi yang sedang dibangun Politeknik Perikanan Negeri Tual melalui rencana pendirian pusat pelatihan berbasis riset. Dengan menghubungkan hasil penelitian dosen dan mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat, Polikant ingin membuktikan bahwa inovasi tidak boleh berhenti di laboratorium, tetapi harus menjadi penggerak ekonomi baru bagi Kepulauan Kei.


Langgur, suaradamai.com – Program Studi Teknologi Budidaya Perikanan (TBP) Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) menggelar Project Based Learning (PBL) bertema produksi ikan nila di media air garam. Melalui pembelajaran berbasis proyek yang dimulai sejak akhir Mei 2026 itu, mahasiswa mempraktikkan budidaya tiga jenis ikan air tawar untuk menguji kemampuannya beradaptasi di lingkungan perairan bersalinitas.

Kegiatan tersebut kini memasuki tahap pemantauan pertumbuhan dan adaptasi ikan. Mahasiswa terlibat langsung dalam setiap tahapan, mulai dari persiapan media budidaya, proses adaptasi, hingga monitoring perkembangan ikan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik.

Ketua Manajer Proyek PBL Prodi TBP, Heny Fitrinawati, mengatakan proyek itu menggunakan tiga jenis ikan air tawar, yakni nila Nirwana, nila merah, dan mujair. Ketiganya dipilih untuk menguji kemampuan hidup dan tumbuh di media air garam.

“Untuk PBL Program Studi Teknologi Budidaya Perikanan, kami memproduksi ikan nila di media air garam. Kami menggunakan tiga jenis ikan, yaitu nila Nirwana, nila merah, dan mujair,” kata Heny, Selasa (14/7/2026).

Menurut Heny, proyek tersebut berangkat dari kondisi perairan di Kepulauan Kei yang mengalami musim-musim tertentu sehingga produksi ikan laut cenderung menurun. Di sisi lain, masyarakat masih lebih menyukai ikan laut dibandingkan ikan air tawar.

“Kondisi iklim perairan laut dalam satu tahun memiliki musim-musim tertentu yang mengakibatkan produksi ikan laut berkurang. Sementara itu, ketertarikan masyarakat terhadap ikan air tawar masih rendah. Karena itu, kami mencoba merekayasa budidaya ikan nila agar mampu hidup di media air garam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, apabila pengembangan tersebut berhasil, budidaya ikan nila di media air garam berpotensi menjadi alternatif penyediaan ikan konsumsi ketika hasil tangkapan ikan laut menurun akibat faktor musim.

Selama pelaksanaan PBL, mahasiswa mendapat pendampingan intensif pada tahap awal sebelum diberi tanggung jawab mengelola kegiatan secara mandiri.

“Minggu pertama saya mendampingi mereka secara intensif. Memasuki minggu kedua dan ketiga, mahasiswa sudah dapat menjalankan kegiatan secara mandiri karena telah memahami tugas dan tahapan dalam PBL ini,” kata Heny.

Saat ini, tim proyek masih terus memantau pertumbuhan dan tingkat adaptasi ikan. Ke depan, Prodi TBP berencana memperbanyak produksi benih ikan yang telah berhasil beradaptasi di media air garam, sekaligus memperkenalkan teknologi budidaya tersebut kepada masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Melalui PBL ini, Polikant tidak hanya memperkuat kompetensi praktik mahasiswa di bidang budidaya perikanan, tetapi juga mengembangkan inovasi yang diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan serta menjadi alternatif usaha perikanan budidaya bagi masyarakat di Kepulauan Kei.


Bagikan:

Populer

Artikel terkait

Polikant Gagas Pusat Pelatihan Berbasis Riset, Kembangkan Wirausaha di Kepulauan Kei

Bagaimana jika kampus tidak lagi hanya mencetak lulusan, tetapi...

Kapolres Teluk Bintuni Ajak Anak Putus Sekolah Ikuti Pendidikan Kesetaraan

PKBM Kasih Rumbai Koteka buka pendaftaran Paket A, B,...

SOKSI Teluk Bintuni Desak Saham 40% di BUMD Kasuari Energi

Blok Tangguh menghasilkan dividen migas — tapi siapa yang...