Sekolah Rakyat di Aru Sasar Anak-anak dari Keluarga Tak Mampu di 117 Desa

Dobo, suaradamai.com – Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kepulauan Aru, Tonci Koljaan menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Aru bukan sekadar proyek fisik, melainkan misi besar untuk menyejajarkan kualitas pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan anak-anak lainnya.

Proyek ambisius ini didukung oleh dana pusat sebesar Rp250 miliar dan akan berdiri di atas lahan hibah Pemda seluas 7,2 hektare yang telah bersertifikat.

Koljaan menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat ini adalah jawaban atas kesenjangan akses pendidikan yang selama ini dirasakan masyarakat kelas bawah.

Dengan fasilitas yang mumpuni dan standar Kementerian Sosial, anak-anak yang terdaftar dalam data kemiskinan akan mendapatkan kualitas pendidikan yang kompetitif.

“Harapan kami, kehadiran Sekolah Rakyat ini membuat anak-anak miskin bisa menikmati pendidikan yang sejajar dengan anak-anak lain. Tidak boleh ada lagi perbedaan kualitas hanya karena status ekonomi,” ujar Koljaan.

Salah satu poin krusial yang ditegaskan oleh Koljaan adalah mengenai transparansi perekrutan, baik untuk siswa maupun tenaga pendidik.

Ia menjamin tidak akan ada praktik nepotisme atau “titipan” dalam proses ini.

Rekrutmen didasarkan sepenuhnya pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSE) dari 117 desa di 10 kecamatan.

Sementara guru dan tenaga teknis mengikuti standar dan mekanisme ketat yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial RI.

Proses ini dipantau langsung oleh pusat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Tidak ada istilah jatah-jatahan. Semuanya harus sesuai data DTSE. Kita dipantau ketat, jadi tidak bisa belok ke kiri atau ke kanan,” tegasnya.

Keberhasilan Aru masuk dalam 166 daftar prioritas nasional tahun 2026 ini diakui Koljaan sebagai buah dari kerja keras kolektif.

Ia mengapresiasi perhatian serius dari Bupati Timotius Kaidel, Wakil Bupati, hingga Sekretaris Daerah.

Meski Dinas Sosial menjadi leading sector, Koljaan menekankan pentingnya sinergi dengan dinas terkait lainnya.

Rencana peletakan batu pertama oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, diharapkan menjadi momentum besar bagi Bumi Jargaria. .

Koljaan optimis kehadiran Mensos tidak hanya meresmikan pembangunan fisik, tetapi juga membawa berbagai paket bantuan sosial tambahan bagi masyarakat Aru.

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Tak Ingin Ada Warga Terkendala Akses Kesehatan, Gubernur Maluku Usulkan Renovasi RSUD Haulussy dan 141 Puskesmas

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Maluku terus memperjuangkan pemerataan akses...

Tanpa Bebani APBD, Pemprov Maluku Gandeng Bank Mandiri dan Bea Cukai Promosikan Potensi Wisata ke Dunia

BALI – Pemerintah Provinsi Maluku terus memperkuat langkah strategis...

DARI KAMPUS UNTUK MALUKU, PEMPROV AJAK LULUSAN UNPATTI HADIRKAN INOVASI DAN PERUBAHAN

AMBON – Pemerintah Provinsi Maluku mengajak para lulusan Universitas...

Vanath Paparkan Tantangan Ekonomi Maluku, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Ambon — Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, memaparkan sejumlah...