Siap Untuk Magang, Mahasiswa THP Polikant Berlatih Teknik Pembekuan Ikan

“Kami lakukan pembekalan materi ini agar mahasiswa yang ditempatkan di lokasi magang nanti, lebih matang dalam melakukan teknik ini,” ujar dia.


Langgur,suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) gelar pelatihan magang teknik pembekuan ikan bagi mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil perikanan (THP) di Ruang Cold Strage. Senin (22/3/2021).

Yanti Renwarin teknisi laboratorium hasil perikanan mengatakan teknik pembekuan ikan memang terlihat sederhana bagi mereka yang terlatih dalam bidang ini. Namun berbeda ketika dikerjakan oleh orang yang belum mempunyai ketrampilan di bidang pembekuan ikan.

“Kami lakukan pembekalan materi ini agar mahasiswa ketika ditempatkan di lokasi magang nanti, lebih matang dalam melakukan teknik ini,” ujar dia.

Ia menambahkan Hal ini adalah langkah yang dipersiapkan demi mempertahankan kualitas potensi mahasiswa kita di bidang pengelolaan hasil perikanan.

Kepada reporter suaradamai.com Renwarin menjelaskan teknik pembukan ikan yang baik.

“Ikan pertama kali di cuci, setelah itu di diklasifikasi berdasarkan ukuran, agar mudah di susun dalam wadah Pan alumanium. Ikan yang di isi dalam Pan berdasarkan Size (ukuran) yakni L, M, dan S.” Jelas dia.

Lanjut Remwarin, ikan ikan itu kemudian ditimbang dan di beri lebel agar mempermudah pendataan. Berat Size M =8kg, Size L =6kg dan Size S = 6kg.

“Kemudian wadah pan tersebut di isi air untuk proses perekat ikan. Ikan akan dimasukan kedalam mesin Air Bras Frezer (ABF) dengan suhu 40 °c untuk proses melepas kadar air dalam tubuh ikan sekaligus pembekuan selama 6 jam. Setelah itu, ikan di pindahkan ke mesin Cold Strage dengan suhu 18°c sampai dengan 20°c. Fungsi mesin Cold Strage ini sendiri bertujuan untuk menjaga kualitas ikan. Pungkas Yanti Renwarin.

Salah satu mahasiswa prodi THP Mei Renmaur mengaku awalnya ia menganggap teknik tersebut mudah untuk dilakukan.

“Saya pikir bahwa pengepakan ikan ini mudah, padahal cara menyusun ikan dalam Pan harus teliti. Bagian perut Ikan harus di balik ke bagian atas, hal ini dimaksud untuk menjaga agar bakteri di dalam perut ikan tetap aman dan menjaga insang ikan tetap segar,” pungkas dia.

Editor: Petter Letsoin


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...