Dalam kesempatan sidak juga dilakukan edukasi kepada pedagang terkait pemeriksaan barang kadaluwarsa.
Tual, suaradamai.com – Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Tual, Provinsi Maluku, Darnawati Amir, memastikan stok beras aman hingga Februari 2026.
Hal tersebut ia sampaikan usai menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) bersama Wawali Tual, Tim TPID dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait ke sejumlah agen, distributor, dan pedagang Pasar Maren, Sabtu (29/11/2025).
“Pada sidak yang dilakukan, ditemukan stok beras di Gudang Bulog aman dan tersedia dalam jumlah cukup hingga Februari 2026,” ujarnya.
Ia menjelaskan, beras jenis SPHP, Medium dan Premium SETRA Ramos, Jempol Tani dalam kondisi aman.
“Saat ini stok beras yang dikuasai Bulog yakni beras medium 2.203.480 kilo, beras premium KOM 68.125 kilo,” rincinya.
Sedangkan, untuk gula pasir tersedia sebanyak 17.350 kilo, minyak goreng Panah Mas 900 ml sebanyak 8.532 pouch, minyak Kita Premium 18.284 liter.
“Gula Pasir juga terpantau aman, baik ketersediaan maupun harga,” kata dia.
Mantan Kadis Perindag tersebut menambahkan, di kesempatan sidak juga dilakukan edukasi kepada pedagang terkait pemeriksaan barang kadaluwarsa.
“Pedagang harus intens memeriksa produk yang kadaluarsa dan menyimpan pada tempat tertentu, agar tidak dijual dan masyarakat mendapatkan produk yang layak konsumsi,” pintanya.
Untuk ketersediaan barang, Darnawati meminta toko retail seperti Alfamidi, juga menjadi pemasok beras dan beberapa komoditi, yang tentunya sangat berdampak terhadap ketersediaan stok dan harga yang terjangkau di masyarakat, agar memastikan pasokan barang aman.
“Guna menghindari terjadinya kekurangan pasokan pangan, pihak distributor telah melakukan Pre Order di Surabaya dan Makassar dan saat ini dalam proses distribusi ke Tual, mengingat distributor sebagian melayani Kota Tual, Malra juga Aru bahkan SBT, Teor dan Kesui,” jelas Darnawati.
Editor: Labes Remetwa





