Walikota: Jadi Provokator Saat Pandemi, Bisa dipidana

Jika masyarakat menolak vaksin, Walikota mengatakan itu adalah hak pribadi, tetapi tidak dibenarkan menghasut atau mempengaruhui orang lain, dengan memberikan nformasi yang menyesatkan.


Tual, Suaradamai.com – Walikota Tual, Adam Rahayaan, meminta masyarakat agar tidak selalu menelan mentah-mentah, apa pun yang diberitakan pada media sosial atau lewat narasi yang tidak terukur, namun lebih berpegangan pada edukasi tenaga medis serta informasi yang dapat dipercaya saat pendemo covid-19 ini.

Jika masyarakat menolak vaksin, Walikota mengatakan itu adalah hak pribadi, tetapi tidak dibenarkan menghasut atau mempengaruhui orang lain, dengan memberikan nformasi yang menyesatkan.

“Saya prihatin mengetahui ada anggota masyarakat yang ajak masyarakat untuk tidak usah pergi di Puskesmas, tidak usah ke Dinas Kesehatan, covid  itu parlente (bohong), rebus saja obat daun-daun, lalu minum, hal semacam itu tidak boleh, kalau ada yang tidak percaya covid, itu hak asasi setiap orang, tapi tidak boleh dia memprovokasi, mempengaruhi orang lain untuk tidak boleh ikut program protokol kesehatan, itu pidana, pelanggaran pidana Karena dia sudah menghasut masyarakat, mempengaruhi masyarakat lain untuk tidak boleh patuh atas protokol kesehatan,” terang Walikota.

Jika ada orang yang menolak percaya tentang covid-19, kata dia, dirinya tidak bisa memaksakan karena merupakan hak pribadi perorangan, tetapi dilarang dengan tegas untuk menjadi provokator dalam situasi saat ini.

“Apalagi hal itu terjadi pada Aparatur Sipil Negara di lingkup Pemkot Tual, akan langsung diproses bahkan dipecat ASN tersebut,” Pungkas Adam.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU