Agus mengingatkan, apabila masalah ini tidak segera diselesaikan, potensi konflik sosial di masyarakat bisa muncul, terutama di kalangan anak muda dari tujuh suku yang merasa tidak diakomodasi.
Bintuni, suaradamai.com — Anggota DPR Provinsi Papua Barat Agustinus Orocomna, mendesak Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni untuk segera mengambil langkah tegas menyikapi pengembalian 259 kuota formasi CPNS Formasi 2024.
Ia meminta Bupati dan Sekda agar segera berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) guna memperjuangkan agar kuota tersebut tetap dialokasikan bagi pelamar di daerah, khususnya anak-anak asli Papua.
“Yang kosong itu harus diatur baik oleh pemerintah daerah. Terutama Bupati bisa ketemu dengan Menpan untuk bicara tentang kuota yang dikembalikan itu,” ujar Agus, Rabu (15/10/2025).
Menurutnya, langkah cepat dari pemerintah daerah sangat penting agar kuota yang dikembalikan tidak hilang begitu saja, melainkan bisa dialihkan kepada pelamar yang ada di Teluk Bintuni. Terutama kepada anak-anak asli tujuh suku dan Orang Asli Papua (OAP) lainnya.
“259 itu yang saya minta Bupati dengan Sekda segera ambil alih dengan cara bagaimana untuk menghadap pemerintah pusat dalam hal ini Menpan-RB. Supaya kuota itu harus dialihkan ke yang lainnya, yang sesuai dengan pelamar yang ada di Teluk Bintuni,” tegas Agus.
Ia juga mengingatkan bahwa alokasi formasi CPNS harus berpihak kepada OAP, sesuai kebijakan afirmasi daerah.
“Kami minta untuk Bupati Teluk Bintuni memperhatikan 80 persen untuk Orang Asli Papua itu, dan 60 persennya harus dikhususkan untuk orang asli tujuh suku. Itu sudah tidak ada tawar tambah,” katanya.
Agus menyebut, sejumlah daerah lain seperti Papua Pegunungan sudah berhasil melakukan langkah serupa dengan menemui Menpan-RB untuk membahas pengembalian kuota formasi. Karena itu, ia mendorong agar Pemkab Teluk Bintuni tidak menunda langkah koordinasi tersebut.
“Wilayah lain bisa ketemu Menpan-RB untuk berbicara tentang kuota yang dikembalikan. Maka kami di Bintuni juga minta untuk Pak Bupati dan jajarannya segera lakukan hal yang sama,” ucapnya.
Agus mengingatkan, apabila masalah ini tidak segera diselesaikan, potensi konflik sosial di masyarakat bisa muncul, terutama di kalangan anak muda dari tujuh suku yang merasa tidak diakomodasi.
“Kalau kuota itu dikembalikan, potensi konflik itu ada. Karena sebagian besar anak-anak tujuh suku yang tidak diakomodir. Itu sudah pasti,” tandasnya.
Sebagai informasi, pada seleksi CPNS Formasi 2024, jumlah peserta yang mengikuti tes sebanyak 2.811 orang. Mereka bersaing untuk memperebutkan 744 formasi. Dari total tersebut, sebanyak 595 atau 80 persen kuota diperuntukkan bagi OAP. Namun, pelamar OAP hanya mencapai 336 orang, sementara 259 formasi tetap kosong.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni





