Kompetisi tingkat nasional ini merupakan agenda tahunan Badan Koordinasi Kemahasiswaan Politeknik Se-Indonesia (BAKORMA) yang diikuti mahasiswa Politeknik seluruh Indonesia.
Langgur, suaradamai.com – Prestasi membanggakan datang dari keempat mahasiswa Prodi Agrowisata Bahari, Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) di ajang National Tourism Vocational Skills Competition (NTVSC) 2025 yang digelar di Kampus Polinema, Malang, 20-21 Oktober 2025.
Kompetisi tingkat nasional ini merupakan agenda tahunan Badan Koordinasi Kemahasiswaan Politeknik Se-Indonesia (BAKORMA) yang diikuti mahasiswa Politeknik seluruh Indonesia.
NTVSC 2025 menampilkan 10 bidang lomba, di antaranya cooking competition, dessert plating, FO receptionist, making bed, mice bidding, tour package, tourism business idea, fruit carving, table set-up, dan tour guiding.
Mereka yang mewakili Polikant adalah Margareta Maria Rahakbauw, Valentina Lassol, Simson Metengun, dan Jonathan Fredy.
Maria dan Valentina mengikuti Kategori Lomba Table Set-up, Simson di kategori Making Bed, sementara Jonathan di kategori Tour Guiding.
Setelah melewati persaingan ketat dengan Politeknik lainnya, Simson Metengun berhasil keluarga sebagai juara 1 Tingkat Kompeten di Bidang Lomba Making Bad.
Ia tak menyangka bisa meraih Juara 1 Tingkat Kompeten pada kategori lomba yang diikutinya itu.
Simson mengaku mendapat pengalaman baru saat mengikuti kompetisi bergengsi nasional itu.
“Kebetulan kalau saya sendiri first time saya pergi ke lain daerah dari timur, karena sebelumnya saya paling jauh berangkat lomba itu cuman sampai di Ambon. Jadi hal baru bagi saya. Terus kenal teman baru. Dapat pengalaman juga bagaimana menjadi seorang house keeper,” terangnya.
Sementara itu, Margareta Maria Rahakbauw juga berhasil meraih Juara Kedua Kategori Kompeten pada Bidang Lomba Table Set-up.
Ia berhasil menyusun peralatan makan di meja makan layaknya seorang katering dengan menghidangkan makanan khas Maluku.
“Dan puji Tuhan untuk lomba yang saya ikuti di Malang, Puji Tuhannya saya mendapat juara dua kategori kompeten,” ucap Maria.
Ia mengaku, mendapat banyak ilmu berharga dan sangat bermanfaat baginya, apalagi Maria adalah seorang asisten dosen.
“Jadi saya juga pastinya juga akan membantu dosen untuk membantu Ade-Ade dalam set up Tabble. Kan di mata kuliah kami juga belajar tentang set up Tabble juga. Jadi pastinya saja akan memberikan apa yang saya dapat dari perlombaan ini,” terang Maria.
Ia mengajak para mahasiswa lainnya untuk turut pro aktif di kampus dan menjadi mahasiswa yang berprestasi.
Maria berharap, ke depan Polikant dapat menyelenggarakan kompetisi-kompetisi untuk mengembangkan kemampuan para mahasiswa.
“Ke depan mungkin kampus menyelenggarakan lomba-lomba pariwisata, mungkin antar prodi atau antar mahasiswa agrowisata bahari untuk mencari bibit-bibit untuk bisa mengikuti lomba di luar sana,” kata Maria.
Selain itu Jonathan Fredy dan Valentina Lassol
yang juga ikut serta dalam ajang bergengsi itu, walaupun belum meraih juara, namun keduanya mengaku mendapat pengalaman berharga.
Jonathan mengatakan, sudah ikut lomba sampai ke nasional adalah kesempatan besar baginya walaupun belum membawa hasil maksimal bagi kampus
“Saya mengikuti mata lomba Tour Guideing namun belum berkesempatan untuk mendapatkan juara mungkin belum maksimal, tapi yang saya dapatkan dari situ yang pertama pastinya experience atau pengalaman ketemu orang-orang yang hebat, orang-orang yang bisa berkomunikasi dengan lancar, ketemu teman-teman baru juga dari berbagai daerah. Ada yang dari Bali, dari Banyuwangi,” ucap Jonathan.
Hal senada juga disampaikan Valentina Lasol yang mengikuti lomba Bidang Table Set up.
“Dalam perlombaan itu ada sedikit tantangan karna saya mendapatkan menu dari Politeknik lain di mana saya bingung untuk cara set up. Tetapi saya berusaha melakukan yang saya bisa dan puji Tuhan saya bisa menyelesaikan dengan baik. Walaupun hasilnya saya tidak mendapat juara tapi itu juga menjadi kebanggaan saya karena saya bisa memberikan hal baru dan itu juga menjadi pengalaman pertama saya,” ungkapnya.
Ia pun mengajak mahasiswa lainnya untuk mengupgrade diri dan mencoba hal-hal yang baru.
“Jangan pernah untuk takut mencoba hal-hal baru, karna itu akan menjadi pengalaman kita ke depan nanti,” pungkasnya.





