Polikant Latih Nelayan Lairkari Kelola Usaha dan Produksi Pakan Ikan Lokal

Pelatihan ini melibatkan kelompok nelayan Lairkari di Ohoi Sathean dan masyarakat setempat.


Bintuni, suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) menggelar pelatihan manajemen usaha bagi Kelompok Nelayan Lairkari di Ohoi Sathean, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, pada Minggu (21/9/2025).

Ketua Tim Pengabdian Polikant A. Malik Serang menjelaskan, pelatihan ini lebih difokuskan untuk melatih kelompok nelayan dalam melakukan pembukuan sederhana.

“Yang jadi problem pada kebanyakan pelaku UMKM itu adalah dari sisi laporan keuangan. Sehingga kami mencoba untuk memberikan penjelasan, sekaligus melatih anggota untuk melakukan pembukuan yang sederhana. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana mengelola usaha supaya kedepan jauh lebih baik lagi,” jelas Serang.

Pelatihan ini melibatkan kelompok nelayan Lairkari dan masyarakat setempat.

Produksi Pakan Lairkari

Serang menambahkan, selain pelatihan manajemen usaha, Polikant juga mendorong sisi produksi budidaya. Salah satunya yakni dengan melatih Kelompok Lairkari tentang pembuatan pakan ikan berbahan dasar bahan lokal.

Dalam kesempatan kegiatan di Sathean, tim pun menyerahkan hasil produk pakan yang telah dibuat dalam pelatihan sebelumnya bersama nelayan kepada kelompok Lairkari.

“Kami sudah produksi pakan yang kami namakan Produksi Pakan Lairkari. Kedepan usaha pakan akan kami terus kembangkan bersama-sama dengan Kelompok Lairkari. Sehingga tidak hanya dari sisi produk ikan, tetapi juga produk pakan,” jelas Serang.

Upaya ini dilakukan untuk menjawab persoalan utama dalam budidaya ikan, yakni ketersediaan pakan. Pasalnya, biaya pakan mencapai 60–70 persen dari total biaya usaha budidaya.

Dorong kemampuan budidaya yang lengkap

Pelatihan yang dilakukan oleh Polikant tidak hanya untuk menjawab aspek tertentu saja dalam usaha Kelompok Nelayan Lairkari. Menurut Serang, pelatihan yang mereka lakukan dilaksanakan secara menyeluruh.

“Selain pelatihan kami juga demonstrasi bagaimana kelompok itu punya keterampilan dalam ferementasi bahan, produksi pakan, sampai dengan bagaimana memiliki kemampuan untuk mengelola suatu usaha,” ujar Serang.

Dengan begitu, ia harap dengan kemampuan teknis yang ada, kelompok bisa secara mandiri mengelola usaha mereka.

Serang menambahkan, pihaknya bakal terus melakukan pendampingan untuk makin memantapkan kemampuan para nelayan.

Editor: Labes Remetwa


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Politeknik Perikanan Negeri Tual


Bagikan:

Populer

Artikel terkait

Rakernas XVIII APEKSI Dibuka, Wamenko Pangan Tekankan Pentingnya Membangun Kota Tangguh

Menurut Hanif, perubahan iklim, pertumbuhan jumlah penduduk, serta ketidakpastian...

Tim Pentas Seni Budaya Kota Ambon Siap Tampil di Indonesia International Art Festival 2026

Keikutsertaan Kota Ambon dalam festival berskala internasional ini diharapkan...

Wakil Wali Kota Ambon Buka Pelatihan Penguatan Kapasitas UMKM Perempuan Maluku

Ely menegaskan, UMKM merupakan salah satu pilar utama penggerak...

Wali Kota Ambon Hadiri Gala Dinner APEKSI 2026, Perkuat Kolaborasi Antar Kota

APEKSI memiliki peran strategis sebagai wadah komunikasi, koordinasi, serta...