Dalam sambutannya, Bodewin menyampaikan apresiasi kepada perusahaan swasta yang telah membuka peluang kerja bagi generasi muda Ambon, khususnya untuk penempatan di gerai Alfamart di Bali. “Kita patut bersyukur di tengah tantangan berat penyediaan lapangan kerja di Kota Ambon, ada peluang yang diberikan untuk adik-adik sekalian,” ucapnya.
Ambon, suaradamai.com, – Sebanyak 64 tenaga kerja asal Kota Ambon resmi diberangkatkan untuk mengikuti pelatihan dan bekerja di Bali bersama PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart). Pelepasan dilakukan langsung oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, di Unit Layanan Administrasi Balai Kota Ambon pada Jumat (27/2/2026).
Dalam sambutannya, Bodewin menyampaikan apresiasi kepada perusahaan swasta yang telah membuka peluang kerja bagi generasi muda Ambon, khususnya untuk penempatan di gerai Alfamart di Bali. “Kita patut bersyukur di tengah tantangan berat penyediaan lapangan kerja di Kota Ambon, ada peluang yang diberikan untuk adik-adik sekalian,” ucapnya.
Wali Kota mengakui bahwa Pemerintah Kota Ambon masih menghadapi keterbatasan dalam membuka lapangan kerja secara langsung, mengingat pemerintah tidak lagi memiliki ruang untuk merekrut pegawai kontrak atau honorer dalam jumlah besar. Oleh karena itu, strategi yang ditempuh adalah mendorong masuknya investasi ke Ambon guna menciptakan lapangan kerja baru. “Yang bisa kita lakukan adalah membuka ruang investasi seluas-luasnya agar investor masuk dan membuka usaha di Kota Ambon,” jelasnya.
Dijelaskan, kondisi geografis dan keterbatasan sumber daya alam membuat Ambon sulit mengembangkan industri besar, sehingga perekonomian kota ini lebih bertumpu pada sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata. Kolaborasi dengan perusahaan seperti Alfamart dinilai sangat membantu dalam menekan angka pengangguran, yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah.
Bodewin juga berpesan kepada para tenaga kerja yang akan diberangkatkan agar bekerja dengan sungguh-sungguh serta menjaga nama baik Kota Ambon. “Kerja apa saja yang penting halal. Orang berhasil bukan soal jabatan, tetapi bagaimana ia menjalankan kepercayaan dengan baik,” tegasnya. Selain itu, Pemkot Ambon juga tengah menjajaki kerja sama pelatihan tenaga kerja dengan Pemerintah Jepang untuk memperluas peluang kerja bagi generasi muda daerah.
Sementara itu, General Manager Alfamart, Edwin Novian, mengatakan pihaknya berkomitmen menjadikan Ambon sebagai salah satu sumber utama tenaga kerja untuk wilayah Bali. Menurut dia, Alfamart saat ini mengelola lebih dari 600 gerai di Bali. Dari proses rekrutmen yang digelar di Ambon pada 10 Februari 2026, sebanyak 88 peserta dinyatakan lulus dari total 164 pendaftar.
“Untuk keberangkatan tahap pertama hari ini sebanyak 64 orang. Mereka akan mengikuti pelatihan teknis mulai 2 Maret sebelum ditempatkan di toko,” kata Edwin. Ia menargetkan perekrutan sekitar 200 tenaga kerja tambahan dari Ambon pada tahap berikutnya yang direncanakan berlangsung setelah Lebaran.
Edwin menjelaskan bahwa perusahaan akan menanggung biaya transportasi keberangkatan ke Bali serta menyediakan fasilitas tempat tinggal berupa mess. Bagi karyawan yang memilih indekos, perusahaan memberikan subsidi sebesar Rp450.000 per bulan. Selain itu, juga dipastikan adanya peluang pengembangan karier bagi lulusan SMA/SMK yang direkrut, terutama untuk posisi pimpinan toko di Bali. “Kami berharap teman-teman bisa berjuang, belajar, dan memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” pungkasnya.









