Patriot Energi IV Dorong Kemandirian Desa di Kepulauan Aru Lewat Pelatihan Pemeliharaan PJUTS

Bertempat di Desa Irloy, kegiatan peningkatan kapasitas dilaksanakan dengan melibatkan enam desa, yaitu Gardakau, Algadang, Lorang, Koba Sel Timur, Kobadangar, dan Irloy sebagai tuan rumah.


Dobo, suaradamai.com – Upaya mendorong kemandirian energi di wilayah kepulauan kembali diperkuat melalui inisiatif Patriot Energi IV.

Bertempat di Desa Irloy, kegiatan peningkatan kapasitas dilaksanakan dengan melibatkan enam desa, yaitu Gardakau, Algadang, Lorang, Koba Sel Timur, Kobadangar, dan Irloy sebagai tuan rumah.

Kegiatan ini berfokus pada pelatihan pemeliharaan dan pengecekan komponen Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS), yang selama ini menjadi salah satu infrastruktur penting bagi masyarakat desa, terutama dalam mendukung aktivitas malam hari dan keamanan lingkungan.

Pelatihan ini difasilitasi oleh tim Patriot Energi bersama tiga co-fasilitator dari Desa Lorang yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan serupa.

Kehadiran co-fasilitator lokal ini menjadi kunci penting dalam proses belajar, karena tidak hanya mempercepat pemahaman peserta, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan dan kepercayaan diri antar desa.

Pendekatan ini menegaskan bahwa penugasan Patriot Energi bukan sekadar intervensi sesaat, melainkan jembatan agar desa-desa dapat saling mengenal, bertukar pengalaman, dan membagikan pengetahuan.

Proses belajar pun tumbuh sebagai gerakan kolektif, bukan sekadar transfer ilmu satu arah.

Di tengah berbagai stigma yang kerap dilekatkan pada masyarakat Kepulauan Aru—seperti anggapan bahwa setiap kegiatan harus disertai “uang duduk”, atau bahwa masyarakat cenderung pasif dan terbiasa menunggu program—kegiatan ini justru menunjukkan realitas yang berbeda.

Pelatihan ini diselenggarakan dengan skema swadaya. Masing-masing desa berkontribusi aktif dengan membawa logistik seperti sagu, siput laut, kayu bakar, dan sayur-mayur.

Tidak ada insentif finansial yang menjadi pemicu utama kehadiran, melainkan kesadaran bersama akan pentingnya merawat fasilitas yang telah dimiliki.

Semangat gotong royong yang terbangun selama kegiatan menjadi bukti bahwa masyarakat tidak kehilangan daya inisiatif. Sebaliknya, ketika ruang partisipasi dibuka dan pengetahuan dibagikan secara setara, masyarakat mampu menjadi aktor utama dalam pengelolaan energi di desanya.

Tentu juga dengan dukungan pemerintah desa yang menyediakan alat ukur multimeter sebagai media belajar yang nantinya menjadi aset desa.

Setiap desa juga membawa unit PJUTS yang mengalami kerusakan sebagai bahan praktik langsung, menjadikan pelatihan ini kontekstual dan berbasis pada pengalaman nyata.

Salah satu momen penting terjadi saat sesi praktik, di mana unit PJUTS milik Desa Koba Seltimur yang sebelumnya dianggap rusak, ternyata dapat kembali menyala.

 Setelah dilakukan pengecekan, kerusakan tersebut hanya disebabkan oleh kesalahan pada tombol (switch), bukan pada komponen utama. Temuan ini membuka perspektif baru bahwa tidak semua kerusakan harus berujung pada pengadaan baru.

Selama ini, ketika PJUTS mengalami gangguan, solusi yang diambil cenderung berupa pengadaan baru, yang membutuhkan biaya besar dan waktu yang tidak singkat.

Melalui pelatihan ini, masyarakat mulai memahami bahwa sebagian besar permasalahan dapat diatasi melalui pemeliharaan rutin dan pengecekan sederhana.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kapasitas teknis masyarakat desa agar lebih mandiri dalam mengelola infrastruktur energi yang mereka miliki.

Lebih dari itu, inisiatif ini menunjukkan bahwa kemandirian tidak lahir dari proyek, melainkan dari kepercayaan, kolaborasi, dan ruang belajar yang adil.

Apa yang terjadi di Desa Irloy menjadi pengingat bahwa stigma tidak selalu mencerminkan kenyataan. Di Kepulauan Aru, semangat swadaya masih hidup dan terus menyala


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Bupati Teluk Bintuni dalam LDK IPPMU: Kaderisasi Pemuda Kunci Lahirkan Pemimpin

Pemimpin tidak lahir secara instan. Pesan itu disampaikan Bupati...

PLN Energi Gas Targetkan Infrastruktur Jangkau 11 Kabupaten/Kota di Maluku, Ribuan Tenaga Kerja Lokal Berpotensi Terserap

Pengembangan infrastruktur gas di Maluku diarahkan tidak hanya untuk...

Bentrok Taniwel SBB, Gubernur Minta Warga Tahan Diri, Forkopimda Turun Amankan Situasi

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meminta masyarakat tidak terpancing provokasi...

Kaderkan Pemimpin Muda, IPPMU Moyeba Utara Gelar LDK Perdana

Kegiatan diikuti pelajar hingga pegawai pemerintah ini digagas untuk...