Peserta yang berasal dari 22 ohoi diberikan pemahaman tentang informasi cuaca dan iklim, dan cara membaca informasi meteorologi maritim.
Langgur, suaradamai.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyelenggarakan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra). Kegiatan berpusat di Aula Kantor Bupati, Senin (29/5/2023).
SLCN bertujuan memberikan pengetahuan terkait layanan informasi cuaca dan iklim maritim dari BMKG dan informasi terkait Prakiraan Peta Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) yang berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Kita memberikan pemahaman kepada masyarakat nelayan tentang bagaimana memahami informasi yang kita keluarkan. Istilah-istilah yang kita keluarkan itu kan bukan bahasa umum. Nah di situ diperlukan pemahaman untuk nelayan,” jelas Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Ashar.
“Dengan kegiatan ini, pemateri memberikan (materi) bagaimana cara mengakses informasi cuaca. Yang kedua, setelah tahu cara mengaksesnya, bagaimana cara menafsirkan atau menterjemahkan,” tambah Ashar.
Selain itu, menurut Ashar, kegiatan ini bukan saja dalam rangka menjaga keselamatan nelayan di laut. Tetapi juga berupaya meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan memberikan pemahaman tentang aplikasi lokasi penangkapan ikan.
“Pada saat mau melaut, dilihat dulu di aplikasi. Ikannya berkumpul di daerah mana. Nelayannya bergerak ke situ. Dengan hal seperti itu kita harapkan nelayannya selamat, yang kedua dari segi pembiayaan juga lebih kecil,” jelas Ashar.
Kegiatan SLCN yang dilaksanakan selama satu hari itu awalnya direncanakan melibatkan 100 peserta, yang terdiri dari Dinas Perikanan lima orang, stakeholder terkait lima orang, dan nelayan 90 orang. Sesuai daftar hadir, yang terlibat sebanyak 80 orang.
Adapun nelayan berasal dari 22 ohoi, antara lain Dunwahan, Sitniohoi, Watdek, Langgur, Letman, Wab Ngufar, Ohoidertom, Ohoidertutu, Danar Sare, Sathean, Madwear, Garara, Wirin, Dian Pulau, Ngursit, Wain Baru, Mastur Baru, Tenbuk, Debut, Rumat, Tanimbar Kei, dan Ohoidertawun.
Mereka mendapat materi dari empat narasumber yakni BMKG Pusat, Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Stasiun Meteorologi Tual, dan Dinas Perikanan Malra.
Peserta diberikan pemahaman tentang informasi cuaca dan iklim berupa: cuaca (informasi prakiraan cuaca, prospek cuaca harian, dan peringatan dini).
Kemudian informasi cuaca maritim BMKG (prakiraan tinggi gelombang, ocean forecast system, informasi gelombang tujuh hari kedepan, gelombang mingguan, arean pelayanan, area wisata, area jalur penyeberangan, area provinsi, peringatan dini kemaritiman, prakiraan harian wilayah padat aktivitas pelayaran, diseminasi informasi melalui display di pelabuhan, dan diseminasi melalui stasiun radio pantai).
Selanjutnya aplikasi android (info BMKG, informasi cuaca pada lokasi pengguna aplikasi saat ini, informasi cuaca maritim, dan peringatan dini).
Peserta juga diajarkan cara membaca informasi meteorologi maritim berupa istilah informasi cuaca dan iklim, produk ina-waves, produk ina-flows, Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS), dan layanan informasi cuaca maritim berbasis dampak.
Sebagai informasi tambahan, BMKG telah melakukan kegiatan serupa di Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), dan Buru. Dalam tahun ini juga akan dilaksanakan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB)
“Tiap tahun kita buat kegiatan. Mudah-mudahan tahun depan kita adakan lagi,” kata Ashar ketika ditanya soal enam kabupaten/kota lain yang belum mendapat kegiatan serupa.
Editor: Labes Remetwa
Baca juga:





