Jelang Idul Fitri 1442 H, DKM Nur Quraisin Gelar Kegiatan Duduk Bacarita Kamtibmas

Pada kesempatan itu, Ali Mahu mengatakan, pentingnya kegiatan duduk bacarita ini agar bisa sosialisasi kamtibmas pasca kesalahpahaman beberapa waktu lalu, sekaligus juga dalam menjaga situasi Kamtibmas jelang dan saat lebaran nanti.


Ambon, suaradamai.com – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nur Quraisin Wailela, menggelar kegiatan Duduk Bacarita Kamtibmas antara dua komunitas di Desa Poka, Kelurahan Wailela. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Pertemuan Wailela, pada Kamis (06/05/2021).

Menurut Ketua DKM, Rusli Amirudin, tujuan  kegiatan ini  untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif jelang dan pada saat Idul Fitri 1442 H.

Kegiatan ini diikuti 20 warga, perangkat Desa,  RT dan RW serta tokoh masyarakat dan tokoh agama yang di pimpin oleh Ketua DKM Rusli Amilluddin dan Ketua RW 013 Bapak Ali Mahu.

Pada kesempatan itu, Ali Mahu mengatakan, pentingnya kegiatan duduk bacarita ini agar bisa sosialisasi kamtibmas pasca kesalahpahaman beberapa waktu lalu, sekaligus juga dalam menjaga situasi Kamtibmas jelang dan saat lebaran nanti.

“Khususnya warga lingkungan di Wailela sudah bisa sama-sama mengerti serta memahami karakter orang dan lingkungan sekitar. Kedepan saya berharap kita semua dapat bekerja sama dalam melihat hari-hari tertentu terkait dengan masalah ibadah dilingkungan kita, sehingga bisa saling memahami waktu ibadah, dan saling menjaga toleransi bersama,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua  DKM, Rusli Amirudin mengatakan bahwa, dia berharap agar kegiatan duduk bacarita ini bisa diikuti semua elemen masyarakat, agar bisa berkumpul bersama untuk membahas masalah seputaran lingkungam Wailela. Namun karena kendala covid, maka hanya bisa mengundang tokoh-tokoh yang berpengaruh saja, khususnya di dalam lingkungan warga di Wailela.

“Situasi di Wailela pasca salah paham kemarin, kita semua sama-sama tau. Untuk  itu saya selaku ketua DKM berharap dalam masa bulan suci Ramadhan ini dan  nantinya memasuki lebaran, kita semua bisa menjaga situasi kamtibmas, agar kerukunan antar agama tetap terjaga,” terang Rusli.

Dia juga mengingatkan bahwa nantinya saat takbiran dan Idul Fitri, akan ditandai dengan takbir dan sholat Ied. Dengan demikian akan dipakai pengeras suara, baik di dalam, di luar  dan di halaman mesjid. Jadi dirinya meminta agar masyarakat bisa memahami keadaan tersebut.

Editor: Petter Letsoin


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

WFA Segera Diterapkan Pemkab Aru, Tingkatkan Efisiensi-Kurangi Biaya Operasional

Sistem WFA memungkinkan pegawai untuk bekerja 3 hari di...

Bupati Kaidel: Musyawarah Adat Solusi Konflik Perbatasan Desa

Dobo, suaradamai.com - Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, memimpin...

Polikant Raih Predikat Baik Sekali Simkatmawa 2025, Wadir III: ke Depan Harus Unggul

Ia berharap, karena Polikant hari ini telah mencapai predikat...

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...