“Kami sesuaikan dengan ketersediaan vaksin yang ada di kota tual yang dikirim dari ambon. Kami akan sangat hat hati dalam penggunaannya, sehingga dapat dialokasikan bagi sasaran dosis kedua,” jelas dia.
Tual, suaradamai.com – Setiap penerima vaksin Covid-19 harus menerima suntikan 2x. Penerima vaksin Covid-19 harus mematuhi jadwal yang sudah ditetapkan. Pasalnya, suntik vaksin Covid-19 Sinovac ini berkaitan dengan pembentukan antibodi dan mutasi virus corona.
“Pemberian vaksin Covid-19 dosis kedua yang lebih lambat dikhawatirkan bisa memicu lebih banyak mutasi virus,” demikian peringatan Florian Krammer, peneliti vaksin dari Icahn School of Medicine di New York dalam sebuah konferensi pers Science Media Center (SMC), dikutip Kompas.com dari DW Indonesia.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tual, drg.Max Martin Tinggogoy mengatakan pelaksanaan vaksinasi dosis kedua akan dilakukan sesuai jadwal yang ditetapkan sekaligus diberlakukan vaksinasinasi tahap III bagi masyarakat umum.
Menurut Tinggogoy, saat ini pihaknya tidak melakukan vaksinasi masal, karena telah disesuaikan dengan jadwal.
“Kami tetap melakukan vaksinasi, namun tidak dilakukan secara massal. Kami tetapkan jadwal untuk vaksinasi bagi petugas publik dan lansia, serta sasaran lainnya, yaitu masyarakat dari usia 18-59 tahun,” ujar dia.
Tinggogoy menambahkan, pada pelaksanaan vaksinasi tersebut, pihaknya akan menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin atau memperhatikan jumlah, dan penggunaan vaksin.
“Kami sesuaikan dengan ketersediaan vaksin yang ada di kota tual yang dikirim dari ambon. Kami akan sangat hat-hati dalam penggunaannya, sehingga dapat dialokasikan bagi sasaran dosis kedua,” jelas Tinggogoy.
Sesuai data yang diberikan Tinggogoy, hingga saat ini Dinas Kesehatan Kota Tual telah menerima 4 kali pengiriman vaksin antara lain;
Pada tanggal 21 januari 2021 telah diterima sebanyak 920 dosis vaksin, dan pada tanggal 15 maret 2021 sebanyak 500 dosis vaksin.
Selanjutnya, pada tanggal 31 maret 2021 Dinkes tual menerima 600 dosis vaksin, dan di tanggal 4 mei 2021 telah diterima 1.400 dosis vaksin (sinovac).
Editor: Petter Letsoin
Baca juga:





