Terkait Pengungsi Kariuw, Huwae Nilai Bupati Hanya Basa Basi

“Saya menyesalkan sikap pemerintah Kabupaten Malteng dan Pemerintah Provinsi, yang hanya bersifat basa-basi tanpa kepastian pemulangan pengungsi Kariuw ke negerinya,” sesal Huwae, Senin (01/08/2022).


Ambon, suaradamai.com  – Legislator Maluku Daerah Pemilihan Maluku Tengah (Malteng), Edwin Huwae menilai Bupati Tuasikal Abua hanya sekedar berbasa-basi terkait pemulangan pengungsi Kariuw.

Diketahui Bupati Maluku Tengah (Malteng) Tuasikal Abua, memberikan pernyataan, bahwa pada tanggal 01 Agustus 2022 dipastikan pengungsi Kariuw akan dikembalikan ke negerinya, namun kini janji yang sama molor ke bulan September 2022.

“Saya menyesalkan sikap pemerintah Kabupaten Malteng dan Pemerintah Provinsi, yang hanya bersifat basa-basi tanpa kepastian pemulangan pengungsi Kariuw ke negerinya,” sesal Huwae, Senin (01/08/2022).

Informasi yang kami terima, sebut Huwae, hingga kini tidak ada kebijakan baik oleh pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi terkait pengungsi Kariuw.

“Maka, pemerintah seolah mengabaikan pengungsi Kariuw, sehingga belum ada tindakan serius yang dilakukan untuk mengembalikan mereka ke Negerinya”, tandas Huwae.

Lanjut Ia, sungguh sangat disesalkan dalam konteks ini, ketidakarifan pemimpin di daerah ini soal penanganan kepada pengungsi padahal pemimpin itu ada untuk melihat semua warga masyarakat.

“Pemimpin itu milik masyarakat, yang harus melihat kondisi masyarakat jangan memilah-milah dengan latar belakang tertentu,” ujar Huwae.

Menurut Huwae, otoritas pemerintah dan semua stakeholder yang terlibat di dalam menangani pengungsi Kariuw, harus dapat memastikan penanganannya sudah cukup baik atau tidak, seperti bantuan kepada mereka.

Huwae mengingatkan, mereka (pengungsi-Red) butuh suatu kebijakan dari pemerintah daerah untuk ditangani secara baik itu dalam segi pendekatan kemanusiaan, “jangan lupa, bahwa ada 1.000 lebih warga NKRI yang hidup dalam kondisi yang memprihatinkan,” tandas Huwae.


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

WFA Segera Diterapkan Pemkab Aru, Tingkatkan Efisiensi-Kurangi Biaya Operasional

Sistem WFA memungkinkan pegawai untuk bekerja 3 hari di...

Bupati Kaidel: Musyawarah Adat Solusi Konflik Perbatasan Desa

Dobo, suaradamai.com - Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, memimpin...

Polikant Raih Predikat Baik Sekali Simkatmawa 2025, Wadir III: ke Depan Harus Unggul

Ia berharap, karena Polikant hari ini telah mencapai predikat...

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...