Pemkot Gelar FKP Ranwal RKPD Kota Ambon Tahun 2024, Ada 8 Program Prioritas Pembangunan

Untuk itu, Wattimena katakan, segala pencapaian kinerja Pemkot Ambon saat ini, hendaknya menjadi pemicu agar Pemkot terus bekerja keras untuk mewujudkan pelayanan kepada masyarakat.


Ambon, suaradamai.com – Pemerintah Kota Ambon melalui, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) Kota Ambon, menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024. Bertempat di Marina Hotel, Kamis (23/2/2023).

Dalam sambutannya, Penjabat Walikota Ambon, Bodewin M, Wattimena, menyampaikan, sesuai amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 pemerintah daerah dalam melakukan penyusunan rencana pembagunan tahunan, daerah perlu melaksanakan forum konsultasi publik untuk menjaring aspirasi pemangku kepentingan pada tahap awal perumusan rencana pembangunan daerah tersebut.

“Saat ini kita berkumpul dalam forum konsultasi publik terhadap rancangan awal rencana kerja pemerintah daerah Kota Ambon tahun 2024, agar dapat menghimpun aspirasi atau harapan masyarakat dan para pemangku kepentingan terhadap prioritas pembangunan daerah Kota Ambon tahun 2024 nanti,” ungkap Wattimena.

Perencanaan pembangunan daerah Kota Ambon tahun 2024, katanya, adalah tahun kedua tahapan perencanaan pembangunan Kota Ambon tahun 2023 hingga 2026 dan dalam bingkai rencana pembangunan jangka panjang daerah Kota Ambon tahun 2006 hingga 2026 sebagai upaya untuk mewujudkan visi Ambon yang manis, demokratis dan mandiri secara berkelanjutan.

Visi tersebut, lanjut Wattimena, dijabarkan dalam tiga misi, yaitu pertama, mewujudkan tata kehidupan manusia Kota Ambon yang manis secara berkelanjutan, kedua mewujudkan tata kehidupan manusia Ambon yang demokratis secara berkelanjutan dan yang ketiga mewujudkan tata kehidupan manusia Ambon yang mandiri secara berkelanjutan.

Sejalan dengan visi misi tersebut, terangnya, Pembangunan Daerah Kota Ambon tahun 2024 diarahkan dalam tema penguatan perekonomian daerah melalui infrastruktur untuk mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif didukung stabilitas politik dan keamanan pasca pemilu serta penguatan inovasi pemerintahan menuju Ambon yang manis, demokratis dan mandiri.

Untuk program prioritas pembangunan, tambah Wattimena, diarahkan pada beberapa penguatan, pertama penguatan perekonomian melalui pariwisata investasi pertanian industri, perdagangan, koperasi dan UMKM. Kedua, penguatan reformasi birokrasi untuk mewujudkan pemerintahan yang baik, bersih, cerdas dan profesional. Ketiga, penguatan layanan pendidikan dan kesehatan yang bermutu, adil dan merata. Keempat, penguatan konsultasi Sumber Daya saing.
Kelima, mempercepat pengurangan angka kemiskinan ekstrim. Keenam, penyedian lapangan kerja yang berkualitas. Ketujuh, penguatan nilai budaya lokal serta pembinaan mental spiritual dan wawasan kebangsaan.

Kemudian yang kedelapan, lanjutnya, penyediaan infrastruktur yang berkualitas dan yang kesembilan, meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan ketahanan bencana serta yang terakhir, yaitu penguatan fungsi dan peran PKK.

“Arah kebijakan tersebut menjadi tantangan kita bersama dalam situasional pesta demokrasi serentak. Kita harus menjaga stabilitas sosial ekonomi serta stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat. Karena kebijakan pembangunan di dalam Kota Ambon juga diarahkan untuk mendukung kebijakan pembangunan secara nasional maupun kebijakan pembangunan di Provinsi Maluku,” jelas Wattimena.

Untuk itu, Wattimena katakan, segala pencapaian kinerja Pemkot Ambon saat ini, hendaknya menjadi pemicu agar Pemkot terus bekerja keras untuk mewujudkan pelayanan kepada masyarakat.

“Di sisi lain fungsi dan peran PKK perlu ditingkatkan dalam implementasi kebijakan nasional yang harus dilakukan di daerah.

Seperti, kota layak anak, penurunan stunting, pelaksanaan bulan imunisasi anak nasional maupun penurunan kemiskinan di Kota Ambon,” tuturnya.

Khusus bagi OPD teknis yang menjalankan fungsi pelayanan dasar, tambah Wattimena, diharapkan lebih fokus dalam meningkatkan komunikasi serta koordinasi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara harmonis dan terintegrasi.

“Perlunya inovasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, karena itu diharapkan nantinya dapat mendorong capaian-capaian kinerja pembangunan, baik sektor, ekonomi, sosial, budaya, infrastruktur serta pemerintah. Oleh karena, itu dalam penyusunan RKPD tahun 2024 ini, diminta untuk seluruh pimpinan dan aparatur perangkat daerah serta seluruh stakeholder untuk berpikir terbuka memiliki visi misi yang terintegrasi dan inovasi,” pungkas Wattimena.


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...