Polikant Promosikan Wisata Letvuan Lewat Project-Based Learning

Ada enam wisatawan asing yang terlibat dalam program Project-Based Learning (PBL/PjBL) dari Program Studi (Prodi) Agrowisata Bahari (AWB) Polikant.


Langgur, suaradamai.com – Progam Studi Agrowisata Bahari (Prodi AWB) Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) mempromosikan Desa Wisata Letvuan lewat program Project-Based Learning (PBL).

PBL adalah sebuah metode pembelajaran di Politeknik Perikanan Negeri Tual, yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. PBL di Polikant diinisiasi oleh Prodi AWB sejak 2022.

Lewat program ini, Prodi AWB Polikant memperkenalkan sejumlah obyek wisata di Letvuan dengan langsung mengunjungi obyek wisata dan memaparkan paket wisata setelah tur.

Pantauan Suaradamai.com, ada enam wisatawan asing yang terlibat dalam program tersebut. Mereka diantar oleh mahasiswa semester V Prodi AWB dan para dosen, mengunjungi lima obyek wisata.

Perjalanan awal dilakukan di Gua Hawang, kemudian ke Rumah Adat, Makam Raja Ohoivuur, Kebun Kopi, dan bunker peninggalan Jepang.

Di setiap lokasi, lima mahasiswa bertindak selaku tour guide atau pemandu wisata, ada juga sebagai penerima tamu. Sementara para dosen dalam program ini berperan sebagai pendamping mahasiswa.

Semua penjelasan di setiap obyek wisata dilakukan dalam Bahasa Inggris. Sementara presentasi paket tur yang disiapkan mahasiswa, dipresentasi dalam Bahasa Indonesia. Kegiatan presentasi paket wisata dilaksanakan di Balai Ohoi setempat.

Turut hadir, Kepala Ohoi Letvuan Willem Tawurutubun dan perangkat, Ketua BSO Frans Mayabubun dan anggota, serta anggota Pokdarwis ohoi setempat, serta para wisatawan.

PBL atau PjBL di Letvuan

Ketua Prodi Agrowisata Bahari Polikant, Melissa Renjaan, menjelaskan, program PBL/PjBL yang diadakan tahun ini, dilaksanakan selama satu semester, sejak September dan akan berakhir Desember nanti.

Lewat program ini, lanjut Renjaan, mahasiswa dilatih untuk mengkreasikan atau menciptakan ide-ide yang kemudian diwujudkan dalam bentuk project.

“Project itu biasanya selaras dengan rancangan pembelajaran. PjBL ini sedikit di atas praktek. Kalau praktek itu mahasiswa dilatih, kalau PjBL ini mahasiswa dilatih plus menghasilkan sesuatu,” jelas Renjaan.

Sebagai informasi, Prodi AWB sudah melaksanakan PjBL sejak 2022. Ketika itu dilaksanakan di Ohoi Soinrat. Kemudian tahun 2023 di Ohoi Ngilngof. Kini di Ohoi Letvuan. Ketiga ohoi tersebut merupakan desa wisata di Maluku Tenggara.

“Ternyata belum banyak orang yang tahu juga ada banyak spot menarik di Letvuan. Yang orang banyak tahu hanya Gua Hawang. Sehingga dengan ini kami menggali dan memperkenalkan spot atau daya tarik lain di Desa Wisata Letvuan. Sama seperti dulu kami lakukan di Ngilngof,” jelas Renjaan.

Editor: Labes Remetwa


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...