Mahasiswa Polikant Desain Jaring Milenium, Dilengkapi Lampu Celup Bawah Air

Jaring milenium sangat jarang digunakan oleh nelayan di Kepulauan Kei. Padahal, lebih unggul dari alat tangkap jaring yang biasanya digunakan.


Langgur, suaradamai.com – Mahasiswa Program Studi Teknologi Penangkapan Ikan (Prodi TPI) Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant), mendesain alat tangkap ikan berupa jaring milenium yang dilengkapi dengan Lampu Celup Bawah Air atau Lacuba.

Rancangan alat tangkap ikan itu dibuat dalam program Project-Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis proyek. Prodi TPI memulai PBL sejak September lalu. Mereka mendesain alat tangkap tersebut di Laboratorium Fishing Gear Polikant.

Ada dua jenis jaring milenium yang didesain, yakni jaring dengan ukuran mata jaring (mesh size) 3 inci untuk jaring insang permukaan dan ukuran mata jaring 4 inci untuk jaring insang pertengahan.

Melalui program ini, mahasiswa, dosen, dan teknisi Prodi TPI bekerja sama dengan satu kelompok nelayan setempat, juga telah melakukan uji coba jaring milenium tersebut di perairan Danar Ternate, Maluku Tenggara.

Kedua jenis jaring tersebut dioperasikan dengan menggunakan Lacuba yang dioperasikan dalam dua pengaturan (setting) waktu berbeda, yakni setting I pada pukul 19.30 – 21.30 WIT dan setting II pada pukul 22.00 – 24.00 WIT.

“Uji coba di perairan Danar Ternate di kedalaman sekitar 30 meter. Hasil tangkapan yang kami dapat sangat luar biasa, ada ikan tenggiri dan lolosi,” ungkap Manager Proyek PBL Prodi TPI Erwin Tanjaya kepada suaradamai.com, belum lama ini.

Erwin mengatakan, jaring milenium ini sangat jarang digunakan oleh nelayan di Kepulauan Kei. Padahal, lebih unggul dari alat tangkap jaring yang biasanya digunakan. Karena itu, lanjut Erwin, pihaknya akan melakukan sosialisasi ke ohoi-ohoi lain untuk mengajak nelayan menggunakan jaring milenium.

Keunggulan jaring milenium gill net

Erwin menyebut, ada tiga keunggulan jaring milenium dibandingkan jaring monofilamen yang sering digunakan nelayan di Kei, yaitu peningkatan selektivitas, artinya membantu menghindari tangkapan ikan yang tidak diinginkan (juvenil atau ikan dilindungi) dan mengurangi kerugian ekologis karena tangkapan sampingan.

Kedua, ketahanan yang lebih baik. Material jaring milenium tahan lama terhadap kondisi ekstrem seperti arus kuat dan suhu tinggi. Sehingga mengurangi biaya operasional karena umur pakai jaring lebih panjang.

Ketiga, ramah lingkungan. Penggunaan jaring milenium dapat mengurangi risiko ghost fishing (penangkapan tanpa disengaja akibat jaring yang hilang di laut). Kemudian, beberapa desain dilengkapi material biodegradable yang dapat terurai secara alami.

Editor: Labes Remetwa


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

WFA Segera Diterapkan Pemkab Aru, Tingkatkan Efisiensi-Kurangi Biaya Operasional

Sistem WFA memungkinkan pegawai untuk bekerja 3 hari di...

Bupati Kaidel: Musyawarah Adat Solusi Konflik Perbatasan Desa

Dobo, suaradamai.com - Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, memimpin...

Polikant Raih Predikat Baik Sekali Simkatmawa 2025, Wadir III: ke Depan Harus Unggul

Ia berharap, karena Polikant hari ini telah mencapai predikat...

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...