Sebanyak 109 anak Aru dikuliahkan di Jawa Barat demi mencetak pengusaha muda dari daerah sendiri.
Dobo, suaradamai.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru tengah mendorong semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda melalui program beasiswa kuliah di Institut Koperasi Indonesia (Ikopin), Jatinangor, Jawa Barat.
Sejak 2021 hingga 2023, sebanyak 109 anak Aru telah dibiayai penuh untuk menempuh pendidikan tinggi di sana.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kepulauan Aru Primus Boby Let-Let menjelaskan, beasiswa ini mencakup seluruh kebutuhan, mulai dari asrama, makan, hingga biaya pendidikan.
Tujuannya adalah mencetak wirausahawan pemula dari kalangan muda Bumi Jargaria.
“Harapannya itu ke depannya bisa menjadi wirausaha pemula dan mereka akan menjadi prioritas kami di dinas untuk mendampingi mereka supaya mau berwirausaha. Kemudian bisa menularkan semangat yang sama ke adik-adik yang lain, anak-anak muda lain di Aru,” ujar Boby, Selasa (24/6/2025).
Ia menilai bahwa pola pikir generasi muda di Maluku masih banyak yang berorientasi pada menjadi PNS setelah kuliah. Padahal, menurutnya, potensi untuk menjadi pengusaha jauh lebih menjanjikan.
“Kami sangat berharap orang aru mau berusaha. Apalagi anak-anak muda yang saat ini kan kalau secara umum mungkin kita semua tahu bahwa mindset anak-anak muda, bukan saja di Aru, tapi Maluku pada umumnya, ketika pergi kuliah, kembali, orientasinya menjadi PNS. Tapi belum berani untuk mencoba berwirausaha. Padahal faktanya kan orang yang kaya ya para pelaku usaha para pengusaha. PNS tidak pernah kaya,” tambahnya.
Angkatan pertama dari penerima beasiswa Ikopin bakal menyelesaikan masa studinya tahun ini. Diharapkan bisa mulai mengembangkan usaha saat kembali ke Aru.
Menurut Boby, peluang usaha di Aru sangat terbuka. Ia mencontohkan kebutuhan masyarakat seperti tahu dan tempe yang belum bisa diproduksi warga lokal. Hal ini menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para alumni beasiswa Ikopin.
“Sederhana saja ketika waktu magang mereka ke tempat usaha pembuatan tempe tahu, cukup dia lihat, pelajari sebaik mungkin. Lalu kembali ke sini dia buka usaha yang sama. Jadi tidak terlalu ribet. Cukup saja pelajari misalnya di Jawa Barat misalnya ada usaha apa? Sablon baju atau apa, pelajari betul-betul itu seperti apa? Modelnya seperti apa? Dari awal itu apa bahan bakunya sepeti apa? Cukup mengadopsi, meniru hal yang sama, di Aru,” ujar Boby mencontohkan.
“Tinggal kami dari dinas dalam hal ini pemerintah daerah dalam hal ini dinas koperasi, ketika kami lihat ada kemauan dari adik-adik itu untuk mau berusaha, pasti kami sampaikan ke Pak Bupati. Kami sangat yakin pasti Pak Bupati akan memberikan bantuan modal usaha,” imbuh Boby.
Editor: Labes Remetwa





