Kebersamaan Gubernur Bareng Warga Aru, Ikut Promosi Terasi Udang Asli Namara

Ia melihat secara langsung dan turut mempromosikan produk Terasi Udang Ebi asli Namara yang tanpa pengawet dan diproduksi secara tradisional.


Dobo, suaradamai.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Aru, Kamis (18/9/2025).

Tiba di Dobo, gubernur langsung berkunjung ke Pasar Timur di pusat Kota Dobo sembari menyapa pedagang hingga warga setempat dengan penuh kebersamaan.

Ia disambut hangat oleh warga hingga sebagian besar mengabadikan momen tersebut di ponsel mereka, bahkan ada yang sampai berpelukan dengan orang nomor satu di Maluku itu.

Meski dikerumunin, gubernur tetap berkomunikasi dengan masyarakat dan mendengar berbagai hal yang disampaikan masyarakat.

“Itu baru namanya pimpinan,” teriak salah satu warga.

Setelah itu, gubernur didampingi Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel dan Wakil, Muhammad Djumpa bertolak ke Benjina, Kecamatan Aru Tengah.

Di Benjina, gubernur meresmikan Teras Pelayanan Publik yang diberi nama ‘Teras Pak Benjina’ untuk melayani kepentingan masyarakat Aru Tengah.

Setelah itu ia berkunjung ke SMA Negeri 4 Kepulauan Aru dan disambut meriah para siswa dan juga guru.

Gubernur juga menyempatkan diri untuk menyinggahi tenda Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), salah satunya BUMDes Urai Uni dari Desa Namara.

Ia melihat secara langsung dan turut mempromosikan produk Terasi Udang Ebi asli Namara yang tanpa pengawet dan diproduksi secara tradisional.

Terasi ini memang sudah dikenal luas oleh masyarakat Aru dan mulai digencarkan ke luar Aru.

Selain bisa membeli di BUMDes Namara, terasi ini kini bisa didapatkan di Pasar Jargaria Dobo lantai dua dengan harga Rp15.000 per lakar terasi yang terdiri dari 40 lempeng (kepingan) dengan total berat bersih 170 gram.

Sebagai informasi, ini merupakan kunjungan pertama Gubernur Hendrik ke Bumi Jargaria ‘Jar Tafuran’.

Ia mengatakan, ini adalah kesempatan terbaik baginya sebagai gubernur yang dapat memijaki langsung Bumi Jar Tafuran.

“Kesempatan terbaik bagi saya  sebagai gubernur untuk bisa berkunjung ke wilayah-wilayah yang masuk kategori 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar),” ucap Gubernur Hendrik.

Ia memuji masyarakat setempat yang sangat ramah menyambutnya.

“Dan saya melihat di sini luar biasa masyarakatnya sangat ramah, penyambutannya sangat berarti sekali buat saya. Dan mestinya masyarakat dengan potensi perikananan yang begini besar harus lebih sejahtera dari sekarang,” pungkasnya.


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...