Nendang Rasanya, Terasi Udang Ebi Namara Kini Tersedia di Pasar Jargaria, Tanpa Pengawet Nih

Bupati Timotius Kaidel menyatakan optimisme bahwa terasi ini akan menjadi produk unggulan dengan harapan mendorong kesejahteraan desa.


Dobo, suaradamai.com – Terasi Udang Ebi dari Desa Namara, Kecamatan Aru Tengah, Kepulauan Aru, kini jadi sorotan publik.

Terasi dari 100% udang ebi asli yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Urai Uni di Namara ini, memiliki rasa yang nendang dan lebih gampang dimasak alias mudah diolahkan.

Terasi dari udang rebon ini dibuat secara tradisional tanpa bahan pengawet. Cocok sekali untuk dijadikan sambal terasi.

Tidak perlu jauh-jauh ke Namara untuk mendapatkannya, Anda cukup datang ke toko BUMDes di lantai 2 Pasar Jargaria Dobo, atau bisa memesan langsung lewat BumDes pada nomor kontak 082248800406.

Toko ini telah berproses sejak Juli lalu.

Dengan Rp15.000, pembeli sudah bisa mendapatkan satu lakar terasi yang terdiri dari 40 lempeng (kepingan) dengan total berat bersih 170 gram.

“Iya Rp15.000/lakarnya,” ucap Bey Lamatokan, Manejer Pemasaran BUMDes Namara kepada suaradamai.com, Selasa (16/9/25).

Harga tersebut kata Lamatokan merupakan harga yang diputuskan melalui musyawarah pengurus BUMDes bersama masyarakat dan pemerintah Desa Namara.

BumDes Namara juga tengah menyiapkan stok terasi dalam jumlah yang besar untuk dipasarkan tak hanya ke masyarakat Aru, tapi juga Kota Tual, Kota Ambon, hingga Papua.

Separuh proyek kata Lamatokan juga disalurkan ke sejumlah pertokoan di Kota Dobo, sehingga tidak terpusat hanya di toko milik BUMDes.

“Ya jadi buat masyarakat yang ingin membeli terasi, bisa datang langsung ke toko BUMDes di pasar lantai 2 Dobo, atau bisa langsung hubungi saya,” ajak Lamatokan.

Toko BUMDes Namara di Pasar Jargaria Dobo dibuka setiap hari sejak pukul 08.00 hingga pukul 18.00 WIT.

“Tapi kalau ada yang telfon langsung bisa dilayani,” pungkasnya.

Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel saat meluncurkan BUMDes tersebut belum lama ini turut mengapresiasi kreativitas masyarakat.

Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan pihak BumDes, produksi lakar terasi di Namara mengalami peningkatan dari sebelumnya 5.000 lakar menjadi 7.000 lakar.

Kaidel menyatakan optimisme bahwa terasi ini akan menjadi produk unggulan dengan harapan  mendorong kesejahteraan desa.

“Kiranya menjadi potensi unggulan yang mendatangkan kesejahteraan kepada desa,” ucap Kaidel.

Dengan kualitas terbaik dan cita rasa yang menggugah selera, Terasi Ebi Namara siap memanjakan lidah Anda dan menjadi andalan di setiap dapur.

Sebagai informasi, terasi udang asli Namara yang tidak berlabel BUMDes Urai Uni adalah ilegal.

Hal ini menjadi perhatian khusus lantaran ada oknum yang menjual tanpa seizin BUMDes.


Bagikan:

Populer

Artikel terkait

Perkuat Budaya Literasi, Dinas Perpustakaan Kota Tual Gandeng RELIMA Gelar Kegiatan Read A Loud bagi Anak-anak

Menurutnya, momentum liburan sekolah dimanfaatkan dengan mengundang anak-anak dari...

Buka Diklat Pemadam I 2026, Wali Kota Ambon Tekankan Profesionalisme Petugas Damkar

Ambon, suaradamai.com  - Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, secara...

Sambut HUT ke-25, DPC Demokrat Ambon Gelar Gerakan Indonesia ASRI Langit Biru di Pantai Rumah Tiga

Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Ambon, Dody Latuconsina yang...

DPRD Maluku Dukung Groundbreaking Blok Masela, Rovik: Momentum Kebangkitan Ekonomi Daerah

Rovik mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Maluku untuk...