Question and Answer (Q&A)
Banyak yang bertanya “10 juta pohon kelapa nanti mau ditanam di mana? Apakah nanti gundulun hutan? Gimana dampak lingkungannya?”
Ini jawaban Bupati Timotius Kaidel!
Dobo, suaradamai.com – Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel melihat peluang dari pohon kelapa atau dijuluki pohon emas untuk membawa Aru mendunia.
Ia mendorong pengembangan 10 juta pohon kelapa di Aru guna menarik investor, menciptakan lapangan kerja, dan memastikan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Menurut Kaidel, kelapa sangat cocok tumbuh di Kepulauan Aru karena daerah pesisir dengan kualitas yang sangat baik.
“Jadi kita mulai dengan hari ini bahwa kelapa kita sudah masukan dalam program Desa Kita. Salah satu dana desa yang ada menunya itu Ketahanan Pangan, itu diwajibkan semua desa hari ini menanam kelapa yang sesuai dengan kapasitas lahannya, itu sudah mulai start,” kata Kaidel dalam Wawancara Eksklusif bersama Suaradamai.com baru-baru ini.
Kaidel menargetkan lima tahun ke depan, 10 juta pohon kelapa harus hadir di Kepulauan Aru.
Sejumlah desa sudah memulai pengembangan kelapa, seperti Selibata-bata, Wangel, Durjela dalam tahapan, dan beberapa desa lainnya.
10 Juta Pohon Kelapa, Mau Ditanam di Mana?
Bupati Kaidel mengaku, memang banyak yang bertanya “Kira-kira 10 juta pohon kelapa ini mau ditanam di mana?”
Ia menjelaskan, Aru memiliki luas wilayah daratan yang memadai.
“Kalau kita lihat, Aru itu punya luas wilayah daratan itu ada 6.800 km persegi ini setara dengan 600.000 hektar,” jelas Kaidel.
Sehingga untuk menanam 10 juta pohon kelapa, kata Kaidel. butuh sekitar 10% dari areal lahan itu.
“Berarti yang kita sisir dari 80-90% adalah areal pesisir kita,” ucapnya.
Bagaimana dengan Pelestarian Lingkungan?
Kaidel menjelaskan, areal pesisir pantai Aru sangat sesuai dengan endemik dari pohon kelapa itu sendiri.
“Jadi tidak berdampak kepada hutan-hutan lindung kita, kita lebih menyisir ke pesisir kita, yang sesuai dengan karakteristik dari kelapa itu sendiri,” papar Kaidel.
Untuk itu ditegaskannya, tidak ada penebangan pohon untuk pengembangan pohon kelapa.
“Jadi dampak lingkungan terhadap kita punya lingkungan, hutan harus ditebang untuk menanam pohon kelapa itu tidak. Jadi lebih prioritaskan kepada daerah pesisir,” ucapnya.
Sehingga dianjurkan ke desa-desa supaya mulai menanam dari pesisir, 100-200 meter dari pesisir pantai.
“Termasuk pasir pantai pun kita sudah larang untuk bagaimana melestarikan pasir pantai kita untuk mengurangi abrasi, juga terumbu karang. Hari ini kita sudah menghentikan seluruh penambangan pasir pantai untuk pembangunan dan terumbu karang untuk menjaga kelestarian alam itu sendiri.” pungkasnya.
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Kepulauan Aru





