Membludaknya peserta menunjukkan adanya keinginan kuat dari pelaku usaha OAP untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan usahanya.
Bintuni, suaradamai.com – Antusiasme pelaku UMKM Orang Asli Papua (OAP) terlihat jelas dalam Pelatihan Pendampingan Manajemen Keuangan dan Pemasaran yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Perindagkop dan UMKM) Kabupaten Teluk Bintuni di Gedung Sanggar Teluk Bintuni, Senin (15/12/2025).
Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar 100 orang, jauh melampaui target awal yang ditetapkan panitia sebanyak 60 peserta.
Seluruh peserta merupakan pelaku UMKM, khususnya mama-mama Papua yang berasal dari Distrik Manimeri dan Distrik Bintuni.
Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindagkop dan UMKM Teluk Bintuni, Imam Yuliasworo, mengaku bersyukur atas tingginya minat masyarakat untuk mengikuti pelatihan tersebut.
“Target saya awalnya 60 peserta, tetapi ternyata yang hadir sekitar 100 orang,” kata Imam.
Menurutnya, membludaknya peserta menunjukkan adanya keinginan kuat dari pelaku usaha OAP, untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan usahanya.
“Saya merasa bersyukur karena bisa melebih target. Berarti kan ada keinginan untuk mama-mama Papua tu, bisa berubah lah. Dengan mereka bisa hadir,” ujarnya.
Imam menjelaskan, pelatihan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman peserta terkait pengelolaan keuangan dan strategi pemasaran, yang selama ini masih menjadi kelemahan utama pelaku UMKM.
“Selama ini kita lihat mereka hanya sekadar jualan saja. Tetapi untuk mendapatkan hasil dari jualan itu, belum begitu maksimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan oleh Perindagkop dan UMKM Teluk Bintuni, dan ke depan diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan serta menjangkau distrik-distrik lainnya.
“[Kegiatan pelatihan] Ini baru pertama kali dilaksanakan. Kita berharap tahun-tahun berikutnya juga ada, bukan saja di Distrik Manimeri dan Bintuni, tetapi juga di distrik lain,” kata Imam.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Teluk Bintuni, Ongen Pattikawa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan UMKM di Teluk Bintuni masih belum menunjukkan hasil yang signifikan.
“Karena kami dari Dinas Perindagkop, sebelum saya menjabat, beberapa kepala dinas telah memberikan bantuan yang cukup banyak kepada bapak/ibu semua pengusaha OAP cukup banyak,” kata Ongen.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama, baik pemerintah maupun pelaku usaha, agar Teluk Bintuni memiliki produk unggulan yang dapat dibanggakan.
“Saya berharap, dalam kepemimpinan Pak Bupati dan Wakil Bupati ini, Bintuni punya produk-produk unggulan yang bisa kita andalkan apabila ada saudara atau orang datang ke Bintuni, mereka bisa membawa itu. Itu menjadi tantangan bagi kita semua,” ujarnya.
Ongen juga meminta peserta pelatihan agar mengikuti setiap materi dengan serius dan menerapkannya dalam usaha masing-masing demi meningkatkan perekonomian keluarga.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menjalin kerja sama lintas instansi untuk membantu legalitas usaha UMKM.
“Terkait UMKM, kami bersama Dinas Kesehatan, Dinas PMPTSP, dan Kejaksaan Teluk Bintuni telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk membantu pelaku usaha yang belum memiliki izin, baik SITU, SIUP, izin halal, izin edar, dan lainnya,” pungkas Ongen.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni





