Keren, Warga Lorang Kepulauan Aru Sulap Tongke Jadi Camilan Bernilai Jual

Tortila Cips Tongke ini akan dijual di Pasar Kreatif pada Festival Suara Aru Satukan Impian (SASI) pada 17-18 April mendatang di Lapangan Yos Sudarso, Dobo. Harganya terjangkau dan sudah pasti menggoyang lidah.


Dobo, suaradamai.com – Buah tongke (mangrove/bakau) merupakan salah satu komoditas yang diolah menjadi aneka makanan di Desa Lorang, Kecamatan Aru Tengah, Kepulauan Aru.

Tak hanya di Lorang, tanaman tongke memang banyak ditemukan di wilayah Kepulauan Aru.

Kandungan karbohidrat dalam tongke menjadikannya makanan pengganti nasi bagi masyarakat setempat.

Tak hanya itu, seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai mengolah tongke menjadi bahan dasar pembuatan aneka kue hingga puding yang lezat.

Kini, tongke diolah lebih kekinian menjadi camilan yang enak dan renyah seperti Tortila Cips Tongke.

Baru-baru ini, Befak Literasi, salah satu komunitas di Desa Lorang berkolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Maluku mengadakan kegiatan ‘Revitalisasi Pangan Lokal: Buah Raja dan Tongke Sebagai Nafas Hidup Orang Aru’ yang berpusat di Lorang.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan informasi tentang berbagai pangan lokal yang memiliki nilai gizi dan juga pelatihan pengelolaan pangan lokal (dari tongke) menjadi produk bernilai jual.

Alrasyid Goin, Ketua Program Studi (Prodi) Bisnis Daring Pemasaran SMKS PGRI Dobo selaku pemateri, mengaku melihat potensi tongke yang sangat besar untuk pendapatan masyarakat Lorang.

“Jadi bukan hanya sebagai makanan pengganti nasi saja, tetapi bisa diolah menjadi produk berjual nilai tinggi, sehingga tidak hanya dinikmati masyarakat setempat saja, tetapi juga masyarakat luas,” ucap Goin.

Selain itu, dengan mengolah tongke menjadi produk berjual nilai tinggi, pendapatan masyarakat, khusunya ibu-ibu juga dapat bertambah.

“Dan semoga dengan pelatihan ini juga bisa menjadikan Lorang sebagai desa percontohan di Aru dalam pengolahan pangan secara kreatif dan berpenghasilan,” harap Goin.

Sementara itu, fasilitator kegiatan yang juga Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPM Lorang, Pdt. Jeisin Masrikat mengatakan, Lorang punya potensi untuk pengembangan berbagai produk turunan dari pangan lokal seperti tongke, buah raja, dan pangan lokal lainnya.

“Sehingga lewat pelatihan ini, masyarakat dapat melestarikan pangan lokal, dapat mengolahnya menjadi produk berjual nilai tinggi, dan dapat menambah pendapatan ekonomi mereka,” tutur Masrikat.

Peserta kegiatan yang terdiri dari para ibu dan juga para bapak tak hanya diberikan materi cara pengolahan, tetapi juga praktik secara langsung memproduksi dan mengemas produk Tortila Cips Tongke.

Camilan ini memiliki berbagai varian rasa, mulai dari keju, coklat, hingga balado.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Maluku.

Tortila Cips Tongke ini akan dijual di Pasar Kreatif pada Festival Suara Aru Satukan Impian (SASI) pada 17-18 April mendatang di Lapangan Yos Sudarso, Dobo. Harganya terjangkau dan sudah pasti menggoyang lidah.


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Festival SASI 17-18 April: Ada Pasar Kreatif Lokal Aru hingga Pertunjukan Seni

Yuk berkunjung ke Festival SASI, jangan lupa borong produk-produk...

Polikant Dampingi UMKM CrisLea di Ohoi Namar, Perkuat Manajemen dan Pemasaran Produk Abon Ikan

Tim PKM Polikant berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan usaha...

462 Calon Jemaah Haji Ambon Ikuti Manasik, Wawali Tekankan Kesiapan Ibadah

“Manasik haji ini adalah simulasi yang dibuat mendekati kondisi...

Kominfo Maluku Dorong Integrasi Data Lewat Uji Coba Lawamena Satu Data

Pemerintah Provinsi Maluku menargetkan kesiapan data sektoral mencapai 100...