Musim kemarau memicu banyak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap menyelimuti Kabupaten Teluk Bintuni.
Bintuni, suaradamai.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Transformasi Bintuni (ITB) membagikan 250 masker gratis kepada masyarakat di lampu merah depan Pasar Sentral Bintuni, Kamis (1/10/2026), untuk mencegah gangguan pernapasan akibat kabut asap.
Kegiatan bakti sosial ini bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila. BEM ITB menyebut aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat.
Ketua BEM ITB, Yehuda Ortua, mengatakan masker dibagikan untuk mencegah penyakit pernapasan akibat asap api dan debu.
“Kami melakukan kegiatan bakti sosial pembagian masker gratis untuk masyarakat, karena kami mahasiswa-mahasiswi ITB merasa peduli kepada masyarakat,” kata Yehuda.
Ia berharap warga saling mengingatkan untuk memakai masker sebelum meninggalkan rumah.
“Kalau kita sehat, aktivitas juga berjalan dengan baik. Kalau kesehatan terganggu, aktivitas kita juga terhambat,” ujarnya.
Sekretaris BEM ITB, Yusran Latif, mengimbau masyarakat berhati-hati saat berkendara, termasuk mereka yang beraktivitas di laut. Menurut dia, kabut asap tidak hanya terlihat di hutan atau kota, tetapi juga sampai ke laut.
“Kami lihat kabut asap ini sampai ke laut, bukan hanya di hutan atau di kota sini,” kata Yusran.
Yusran menilai kabut asap berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada petugas pemadam kebakaran yang berupaya memadamkan api di berbagai daerah.
Menurut Yusran, musim kemarau memicu banyak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap menyelimuti Kabupaten Teluk Bintuni.
“Kabut asap ini kita tidak bisa memprediksi kapan berakhir. Hanya ada kabar baik kemarin sudah ada hujan. Semoga hujan itu bisa meredam api,” ujarnya.
Yusran berharap hujan tersebut menjadi tanda berakhirnya kabut asap.
Sebelumnya, kabut asap yang dikaitkan dengan karhutla akibat musim kemarau telah menyelimuti Kabupaten Teluk Bintuni sekitar hampir dua pekan terakhir.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni







