Program tersebut diharapkan dapat memperbaiki ekonomi daerah.
Tual, suaradamai.com – Wali Kota Tual Adam Rahayaan meminta Kepala Dinas Pariwisata Enggelina Heatubun agar menyiapkan program pemulihan pariwisata menanggapi kondisi pandemi corona yang berdampak pada melemahnya ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota saat pembukaan kegiatan penyerahan bantuan lauk siap saji atau BaLaSa – dari Kemenparekraf yang bekerjasama dengan Polda Maluku – di Aula Kantor Wali Kota Tual, Kamis (30/7/2020).
Menurut Wali Kota, dengan ditutupnya Bandara Karel Sadsuitubun Malra dan Pelabuhan Yos Sudarso Tual, mengakibatkan menurunnya jumlah wisawatan yang berkunjung ke daerah itu. Hal ini pun berdampak pada pelaku-pelaku usaha pariwisata yang mengalami kerugian karena tidak adanya pelanggan. Tempat wisata juga ditutup lantaran mengikuti protokol pencegahan penyebaran Covid-19.
Penutupan bandara dan pelabuhan yang berlangsung selama tiga bulan itu tentulah mempengaruhi ekonomi daerah. Ekonomi menurun, adapula yang kehilangan pekerjaan. “Di daerah kita pariwisata merupakan sektor yang diandalkan untuk pendapatan asli daerah (PAD),” kata Wali Kota.
Ia menambahkan, pariwisata sebagai leading sector pembangunan untuk mendukung ekonomi daerah, perlu mendapat perhatian yang baik. “Hal tersebut tentu menjadi tugas penting untuk dinas terkait dalam menjaga serta mengelola tempat-tempat yang berpotensi menjadi harapan masyarakat dalam menunjang kehidupan mereka.”
Di hadapan pelaku pariwisata dan pimpinan OPD terkait, Wali Kota meminta Kepala Dinas Pariwisata Kota Tual agar menyiapkan program pemulihan pariwisata. “Bantuan (BaLaSa) ini sebagai stimulan untuk kita, tapi saya harap ibu kadis segera mempersiapkan program pemulihan pariwisata 2021,” tegas Wali Kota.
Menanggapi permintaan Wali Kota, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tual Enggelina Heatubun mengatakan pihaknya akan membahas program pemulihan tersebut dengan stafnya dan juga dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. “Kita nanti lihat lagi dalam rencana kerja kita. Nanti kita bahas dengan bidang-bidang, dan mungkin dengan Bappeda selaku perencana daerah,”
Editor: Labes Remetwa
Pariwisata sebagai leading sector pembangunan untuk mendukung ekonomi daerah, perlu mendapat perhatian yang baik.





