Antisipasi Cuaca Ekstrem, Wakil Rakyat Minta BPPD Malra Siaga

0
51
Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Stepanus Layanan dalam rapat pembahasan PPAS APBD 2023 antara Komisi III DPRD Malra dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sabtu (19/11/2022). Foto: Labes Remetwa
Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Stepanus Layanan dalam rapat pembahasan PPAS APBD 2023 antara Komisi III DPRD Malra dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sabtu (19/11/2022). Foto: Labes Remetwa

Selain sorotan soal cuaca ekstrem, anggota Komisi III Blandina Fautngilyanan juga menyoroti penyaluran bantuan kepada korban bencana alam.


Langgur, suaradamai.com – Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Stepanus Layanan meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) setempat untuk siaga dalam menghadapi cuaca ekstrem, terutama pada akhir tahun ini dan awal tahun depan.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat pembahasan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2023 antara Komisi III dengan BPPD, di ruang rapat komisi, Sabtu (19/11/2022).

“Memasuki bulan Desember, Januari, Februari ini, kita tahu ini musim angin ombak (cuaca ekstrem) di kawasan kita. Maka saya minta untuk Pak Kaban dan perangkatnya untuk bersiap-siaga,” ujar Layanan yang juga adalah angota Komisi III dalam rapat.

Ia pun mengapresiasi BPBD Malra karena selama ini telah bekerja dengan baik, sudah sangat responsif terhadap beberapa peristiwa bencana alam yang terjadi.

Bantuan korban bencana alam

Selain sorotan soal cuaca ekstrem, anggota Komisi III Blandina Fautngilyanan juga menyoroti penyaluran bantuan kepada korban bencana alam, terutama di Ohoi Bombay, Kecamatan Kei Besar. Padahal, ia sendiri telah mengirim nama dan dokumentasi rumah yang terdampak ke BPBD tetapi bantuan yang turun tidak sesuai.

“Rumah-rumah yang di pinggir pantai yang terkena dampak bencana, ombak tahun kemarin, itu tidak dapat (bantuan). Orang yang rumahnya terlindung, dapat bantuan semen,” ungkap Fautngilyanan.

Kepala BPBD Malra Mochtar Ingratubun menjelaskan, rumah-rumah terdampak yang diinformasikan oleh Fautngilyanan, telah diakomodir untuk dibiayai dengan bantuan dari pemerintah pusat pada tahun anggaran 2023.

Sementara bantuan yang sudah disalurkan kepada tiga Kepala Keluarga (KK) pada tahun lalu, lanjut Ingratubun, itu bagi rumah yang terancam dan nilai bantuannya tidak seberapa.

Sehingga ia harap, bantuan dari pemerintah pusat tahun depan dapat menjawab keresahan masyarakat Ohoi Bombay yang terkenda dampak bencana alam baru-baru ini.

Ingratubun menambahkan, ia juga telah membuat rencana kerja dan meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dalam menghadapi cuaca ekstrem. Sehingga pihaknya sudah siap.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here