Bupati Ancam Copot Camat yang Lalai Tangani Covid-19

“Saya ingatkan kepada para camat, kalau sampai ini terjadi, pertaruhannya adalah jabatan saudara,” tegas Bupati.


Elat, suaradamai.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus menunjukkan komitmen memutus mata rantai penyebaran pandemi virus korona atau Covid-19. Saat ini, pemerintah daerah serius menangani Covid-19 agar Kabupaten Malra dan secara umum Kepulauan Kei terhindar dari penyakit yang mengancam nyawa manusia tersebut.

Bupati Malra Thaher Hanubun meminta kepada seluruh elemen masyarakat terutama tokoh adat, tokoh agama, aparat keamanan terutama para camat agar lebih meningkatkan pemantauan dan pengawasan di wilayah masing-masing terhadap kedatangan setiap kapal laut dari Sulawesi – yang bertujuan menangkap telur ikan di perairan Kei.

“Kepada para camat, langkah pencegahannya adalah tidak boleh membiarkan dan memberikan izin ABK turun dan berinteraksi serta bertransaksi dengan warga. Kita semuanya jangan pernah kita lengah, khusus para camat saya sampaikan, jangan pernah mengizinkan kapal-kapal 5 GT dan seterusnya untuk berlabuh di wilayah Kei Besar,” pesan Bupati ini saat meresmikan Listrik Desa dan lampu menyalah 24 jam di Kei Besar, Jumat 22 Mei 2020.

Bupati mengancam tidak segan-segan akan mencopot jabatan camat yang tidak serius memperhatikan dan menjalankan instruksi tersebut.

“Saya ingatkan kepada para camat, kalau sampai ini terjadi pertaruhannya adalah jabatan saudara,” tegasnya.

“Kalau sampai saya mengetahui bahwa ada kapal dari saudara-saudara kita dari Sulawesi Tenggara untuk mengambil telor ikan dan turun ke darat untuk belanja dan termasuk beli daun kelapa, kalau sampai saya tahu maka jabatan saudara hari itu juga saya copot,” tegas Bupati lagi.

Kata Bupati, penanganan Covid-19 tidak boleh dianggap remeh karena pertaruhannya adalah nyawa manusia.

“Tolong sampaikan juga kepada para camat yang ada di Kei Kecil, jangan sampai bermain-main dengan dengan ini karena nyawa adalah taruhannya. Saya mengingatkan agar memantau kapal nelayan dari luar Kabupaten Malra yang mengambil telur ikan dan turun ke darat untuk belanja. Kalau sampai saya tahu maka jabatan saudara hari itu juga saya copot,” tandas Bupati sekali lagi.

Editor: Tarsisius Sarkol


Nyawa adalah taruhan. Para camat diharapkan serius melakukan pengawasan.

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

WFA Segera Diterapkan Pemkab Aru, Tingkatkan Efisiensi-Kurangi Biaya Operasional

Sistem WFA memungkinkan pegawai untuk bekerja 3 hari di...

Bupati Kaidel: Musyawarah Adat Solusi Konflik Perbatasan Desa

Dobo, suaradamai.com - Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, memimpin...

Polikant Raih Predikat Baik Sekali Simkatmawa 2025, Wadir III: ke Depan Harus Unggul

Ia berharap, karena Polikant hari ini telah mencapai predikat...

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...