Nama Masina merupakan singkatan dari Masyarakat Indonesia. Dalam sebuah kesempatan, Kepala Kampung Masina Maida Fimbay, menjelaskan bahwa nama tersebut mengandung makna keterbukaan.
Bintuni, suaradamai.com – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mempromosikan Ekowisata Kampung Masina kepada Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan ratusan peserta Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Papua Barat 2025.
Hal tersebut ia sampaikan dalam acara pembukaan Rakerkesda yang berlangsung di Gedung Sasana Karya Kantor Bupati Teluk Bintuni, Selasa (26/8/2025).
“Saat ini Kabupaten Teluk Bintuni sedang mengembangkan sebuah kawasan ekowisata mangrove di Kampung Masina. Lokasinya hanya lima menit dari Pelabuhan Bintuni, dan dapat ditempuh dengan long boat, speedboat, atau perahu,” ujar Bupati Manibuy dan disambut tepuk tangan meriah dari peserta.
Lebih lanjut, Manibuy mengajak Gubernur Mandacan dan seluruh peserta untuk menyempatkan diri berkunjung ke kawasan wisata tersebut.
“Besar harapan kami, di agenda-agenda berikutnya, Bagap Gubernur dan peserta dari kabupaten/kota lain, dapat juga berkunjung ke sana dan memberikan masukkan-masukkan yang konstruktif demi pengembangan kampung ekowisata mangrove ini kedepan,” ujar Manibuy.
Sebagai informasi, nama Masina merupakan singkatan dari Masyarakat Indonesia. Dalam sebuah kesempatan, Kepala Kampung Masina Maida Fimbay, menjelaskan bahwa nama tersebut mengandung makna keterbukaan: Kampung Masina bukan hanya milik Orang Asli Papua (OAP), tetapi terbuka untuk seluruh masyarakat nusantara.
Selain menawarkan keindahan alam yang masih alami, Kampung Masina juga menyimpan cerita mistis. Salah satunya berkaitan dengan pohon mangrove berusia sekitar 155 tahun yang kini dipugar dan dilestarikan. Konon, pohon itu tumbuh di atas makam seorang alim ulama yang wafat di tempat tersebut.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni





