Bupati Minta Raja-raja Tegakkan Hukum Adat Larvul Ngabal

Bupati juga minta bantuan Wali Kota Tual agar pemerintah kedua daerah itu bersama membantu para raja menegakkan hukum Larvul Ngabal.


Langgur, suaradamai.com – Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun meminta raja-raja di Kepulauan Kei menegakkan hukum adat Larvul Ngabal, hukum tertinggi di Nuhu Evav.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya saat pengukuhan Rat Kat El Ratschaap Merohoinean di Ohoi Ohoinangan, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu (4/7/2020).

Menurut Bupati, perebutan kursi kepala ohoi merupakan salah satu contoh nyata penyimpangan terhadap hukum Larvul Ngabal, yakni pasal 7 “hira ni entub fo i ni, it did entub fo it did” (milik orang tetap miliknya, milik kita tetap milik kita).

Bupati menegaskan bahwa sistem pemerintahan adat sudah diatur oleh leluhur. Namun di masa kini,

Famur i ya, it yante besa, terutama kot-kot lar mel dat-dat, ta blufang afa teten ra nanai, afa teten ra dad-dad, afa teten ra ot nan tul fo it yante did rat na’a, did orangkai na’a, did soa na’a, did seniri na’a. Nerok ya, voho r’ba fo mel ne voho ra ba fo balit, (Akhir-akhir ini kita semua, terutama generasi muda, kita sudah lupa apa yang orang tua bilang, lakukan, dan tetapkan pemimpin kita, termasuk raja, orang kai, soa, dan seniri. Namun sebagian dari kita menyimpang, ada yang ke kanan, ada yang ke kiri)” tutur Bupati.

Untuk itu, Bupati minta para raja di Kepulauan Kei agar menegakkan dan meluruskan kembali hukum adat Larvul Ngabal.

U her, u sob, u taha yeab limab raan, fo mi fadir il, mi fa lo, hukum Larvul Ngabal en tub fo minan, fo nan fangvait it yante, (saya sujud meminta dan memohon, untuk para raja menegakan dan meluruskan hukum Larvul Ngabal supaya berlaku secara murni dan konsekuen, agar menjamin ketenteraman dan kesejahteraan hidup masyarakat,” harap Bupati.

Bupati juga minta bantuan Wali Kota Tual agar bersama-sama membantu para raja menegakkan hukum Larvul Ngabal, terutama pasal 7.

Editor: Labes Remetwa


Perebutan kursi kepala ohoi merupakan salah satu contoh nyata penyimpangan terhadap hukum Larvul Ngabal, yakni pasal 7.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU