Dekati Masyarakat, Kapolres Malra Berlakukan Enam Operasi

Setelah mempelajari kondisi internal dan eksternal institusi, Kapolres mengusung dua program utama sebagai pilot project pengembangan hubungan mitra kepolisian.


Langgur, sauradamai.com – Kapolres Maluku Tenggara AKBP. Alfaris Pattiwael, S.I.K sudah sepekan bertugas. Orang nomor satu di Polres Malra itu langsung bergerak cepat melakukan pembenahan di institusi yang dipimpinnya.

Ia mengaku, selama sepekan telah mempelajari kondisi internal dan eksternal. Hasilnya, ia menilai perlu pembenahan pada konsep Polisi Masyarakat atau Polmas yang lebih bersifat kemasyarakatan.

“Kita perlu melakukan pendekatan-pendekatan yang sifatnya menyentuh langsung dengan masyarakat. Dengan begitu, polisi akan lebih dekat dengan masyarakat,” jelas Kapolres kepada wartawan di Tual, Jumat (6/3/20).

Dalam Peraturan Kapolri Nomor 3 Tahun 2015, menyebutkan, Pemolisian Masyarakat (Community Policing) atau Polmas merupakan kegiatan untuk mengajak masyarakat melalui kemitraan anggota Polri dan masyarakat.

Efektivitas konsep ini akan membuat kepolisian lebih mudah dan cepat mendeteksi serta mengidentifikasi permasalahan Kamtibmas di suatu lingkungan serta menemukan pemecahan masalahnya.

Perwira Menengah (Pamen) Polisi ini menjelaskan, Polmas merupakan sebuah paradigma baru untuk menjadikan Polri sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. Ini berlaku universal.

Mantan Kapolres Minahasa Utara (Sulut) menyebut, strategi Polmas adalah dengan mengikutsertakan masyarakat dan pemerintah dalam upaya menangkal, mencegah hingga menanggulangi masalah keamanan secara kemitraan yang setara dengan Polri.

Kesetaraan tersebut lantas tak mewajibkan masyarakat dan pemerintah membentuk dan bertindak serta menggunakan atribut Polisi.   

“Sebagai tiga pilar utama pengembangan Polmas, Polisi bukan saja sebagai superior atau objeknya, melainkan juga menjadi subjek. Begitu juga dengan masyarakat dan pemerintah. Artinya bahwa ada hubungan timbal balik antara Polisi, pemerintah dan masyarakat,” jelasnya Perwira Polisi berdarah Ohoi Semawi, Kecamatan Kei Kecil Timur, Malra itu.

Menindaklanjuti pembenahan itu, Kapolres mengusung dua program utama sebagai pilot projcet pengembangan hubungan mitra Kepolisian dengan pemerintah dan masyarakat yakni program layanan Kamtibmas berbasis IT dengan nama SIMaren dan program unggulan bidang operasional.

Program unggulan bidang operasional terbagi dalam 6 sistem operasi, antara lain Patroli Rayon Maluku Tenggara (PaRaMaTa), Patroli Kampung Paling Rawan (PaKaPaRa), Rahan Bhabinkamtibmas, Rahan Maren, Jumpa Seribu Tokoh (Juriko) dan Tour Kamseltibcarlantas.  (gerryngamel/tarsissarkol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU