“Pembinaan karakter tidak hanya dimulai di sekolah. Pendidikan karakter yang paling utama justru dimulai dari keluarga dan dari rumah masing-masing. Oleh karena itu, ujung tombak dalam pembentukan karakter anak-anak kita sebenarnya adalah keluarga,” katanya.
Langgur, suaradamai.com – Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant), Usman Madubun, menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Hal itu disampaikan Madubun saat memberikan sambutan dalam Talkshow Pendampingan Orang Tua dan Pola Asuh Anak yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Polikant dengan tema “Polikant Bersinergi, Menginspirasi dan Berdampak untuk Indonesia Emas”, sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-22 Polikant.
Menurut Madubun, pendidikan karakter tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada lembaga pendidikan. Keluarga memiliki peran yang sangat menentukan karena proses pembentukan karakter anak sesungguhnya telah dimulai dari lingkungan rumah.
“Sebagai insan yang bergerak di bidang pendidikan, setiap hari kita diperhadapkan dengan berbagai upaya untuk membina anak-anak kita agar dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas,” ujarnya.
Ia mengatakan, pembentukan karakter mencakup berbagai aspek, mulai dari kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, etos kerja hingga sikap saling menghargai.
Namun, upaya tersebut harus mendapat dukungan dari keluarga. Sebab, sekolah hanya menjadi salah satu lingkungan pendidikan, sementara keluarga merupakan tempat pertama bagi anak memperoleh nilai, kebiasaan dan teladan.
“Pembinaan karakter tidak hanya dimulai di sekolah. Pendidikan karakter yang paling utama justru dimulai dari keluarga dan dari rumah masing-masing. Oleh karena itu, ujung tombak dalam pembentukan karakter anak-anak kita sebenarnya adalah keluarga,” katanya.
Madubun menilai, pelaksanaan talkshow tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman orang tua mengenai pola asuh dan pendampingan anak.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga ruang bagi orang tua untuk berbagi pengalaman dan menemukan solusi terhadap berbagai tantangan dalam mendidik anak.
Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian serius dari orang tua.
Menurutnya, kemudahan anak dalam mengakses berbagai informasi melalui internet harus diimbangi dengan pendampingan dan pengawasan dari keluarga.
“Berbagai informasi yang tersebar di dunia maya dapat dengan mudah diakses oleh anak-anak, bahkan dari kamar mereka sendiri. Tidak semua informasi yang tersedia di dunia maya sesuai untuk dikonsumsi oleh anak-anak,” jelasnya.
Karena itu, orang tua dituntut tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada anak mengenai penggunaan teknologi secara bijak.
Madubun juga menegaskan, tanggung jawab mendampingi anak bukan hanya berada di pundak ibu. Peran ayah dan ibu harus berjalan bersama dalam membentuk karakter serta memberikan pendidikan terbaik bagi anak.
Ia berharap hasil diskusi dalam talkshow tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga memberikan dampak nyata terhadap pola pendampingan anak di lingkungan keluarga.
“Bapak dan ibu harus berjalan bersama dalam mendidik dan membentuk karakter anak,” tandasnya.
Ia menambahkan, talkshow tersebut sebaiknya dimanfaatkan sebagai ruang untuk saling belajar, bukan sekadar menunjukkan siapa yang paling mengetahui atau paling memahami persoalan pola asuh.
“Melalui kegiatan ini, kita dapat saling berbagi sehingga pengetahuan dan pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi kita semua,” pungkasnya.
Editor: Ketty Remetwa







