Kota Tual dengan luas 254,39 km² dan memiliki 66 pulau, selama ini menghadapi ketimpangan akses listrik, terutama di Kecamatan Pulau-Pulau Tayando Tam dan Kecamatan Pulau-Pulau Kur.
Tual, suaradamai.com – Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat terus mendorong pemerataan energi di wilayah kepulauan.
Hal tersebut ditunjukan dengan pengajuan proposal ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada 10 November 2024 lalu.
“Upaya kami mendapat respons cepat dari Kementerian ESDM, setelah secara resmi mengajukan Proposal Penyediaan Tenaga Listrik Berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid Diesel–Surya,” ungkapnya, Senin (1/12/2025).
Menurut Renuat, Kota Tual dengan luas 254,39 km² dan memiliki 66 pulau, selama ini menghadapi ketimpangan akses listrik, terutama di Kecamatan Pulau-Pulau Tayando Tam dan Kecamatan Pulau-Pulau Kur.
“Sebagian besar masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan tradisional masih terkendala, karena tidak tersedianya listrik yang stabil, sehingga cold storage tidak dapat beroperasi,” kata Renuat.
Akibatnya, ikan cepat rusak dan nelayan terpaksa menjual dengan harga rendah, bahkan sering kali merugi
“Kondisi ini diperparah oleh ketergantungan pada generator diesel yang mahal, tidak ramah lingkungan, dan hanya beroperasi pada waktu terbatas,” tambah Renuat.
Ia pun berharap agar ini menjadi atensi pusat demi peningkatan ekonomi masyarakat kepulauan.
“Semoga upaya ini menjadi jalan bagi terwujudnya energi berkeadilan, sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan Kota Tual,” imbuhnya.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kota Tual





