Ambon, suaradamai.com– Anggota DPRD Provinsi Maluku, Din Kelilauw, menyoroti lambannya pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Pulau Seram, khususnya ruas Werinama–Kota Baru yang hingga kini masih berstatus jalan provinsi.
Menurut Din, status jalan tersebut perlu segera ditingkatkan menjadi jalan nasional agar mendapat perhatian anggaran dari pemerintah pusat.
“Kalau kita fokus bangun jalan itu hanya dengan APBD Provinsi, dua periode gubernur pun tidak akan cukup. Anggarannya terlalu terbatas,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya jalan lingkar Pulau Seram karena masih ada satu kecamatan yang terisolasi total. Hal ini menyebabkan kesulitan akses, terutama saat terjadi keadaan darurat seperti warga sakit yang membutuhkan penanganan cepat.
Meski mengapresiasi rencana pembangunan jalan dari Air Nanang ke Kota Baru oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), Din tetap mendesak percepatan penanganan ruas Werinama–Kota Baru agar dapat masuk dalam jaringan jalan nasional.
“Waktu saya masih di DPRD kabupaten, penganggaran hanya Rp5 miliar. Mobilisasi alat berat saja sudah sulit,” ungkapnya.
Selain jalan, Din juga menyoroti keterbatasan akses listrik di delapan kecamatan di wilayah yang sama. “Dari zaman Indonesia merdeka sampai sekarang, belum ada penerangan,” katanya.
Ia juga mengkritisi lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek. Din mencontohkan inspeksi lapangan yang ia lakukan bersama anggota DPRD lainnya, namun tak menemukan aktivitas pembangunan sama sekali.
“Kami jalan kaki dua kilometer di bawah terik matahari, tapi tidak ada kegiatan proyek. PPTK sendiri tidak tahu lokasi proyeknya. Ini sangat memprihatinkan,” tandasnya.
Ia berharap perencanaan pembangunan ke depan lebih tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di wilayah tertinggal seperti Pulau Seram dan Kepulauan Gorom.





