Rabu, Februari 26, 2020
Beranda Hukum & Kriminal DS Diperkosa Berkali-kali Setelah Diancam Dipermalukan

DS Diperkosa Berkali-kali Setelah Diancam Dipermalukan

Para pelaku memakai modus mengancam korban untuk bersetubuh.

Ambon, suaradamai.com – Siswi SMA berusia 17 tahun yang bermukim di salah satu desa di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, ini sempat mengalami trauma. Kasus itu terbongkar Kamis (30/1/20), setelah dua minggu dirinya tak masuk sekolah karena menahan malu.

“17 pelaku perkosaan sudah kami tetapkan sebagai tersangka. 15 diantaranya masih di bawah umur dan kami akan geser ke Lapas Anak di Waiheru. Kalau yang dua ini (dieskpose ke publik) yaitu IKI (18) dan SL (19) diamankan di sini,” ungkap Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang kepada wartawan, Jumat (31/1/20).

17 tersangka itu adalah ARP, FDS, FRS, FRO, HL, IF, IL, JW, JS, JSL, JP, JL, ML, RL, SAU, IKI, dan SL.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, setelah pertama kali diperkosa oleh pacarnya JP, bersama 8 rekan sebayanya pada November 2019 lalu, korban lantas diancam akan dipermalukan di hadapan orang-orang.

“Modus mengancam korban untuk mengajak bersetubuh. Kalau tidak mau mereka akan mempermalukan korban karena mereka sudah mengetahui kalau korban sudah bersetubuh dengan pelaku-pelaku lainnya. Sehingga mau tidak mau korban mengikuti atau menuruti kemauan mereka. Kejadian itu berulang-ulang di 7 Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ungkapnya.

Untuk diketahui, dari 17 tersangka yang sudah diamankan tersebut, usia termuda adalah 15 tahun. Dua diantaranya telah masuk kategori dewasa yakni berumur 18 dan 19 tahun.

Belasan pelaku itu disangkakan melanggar Pasal 81 UU RI no 17 tahun 2015 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 64 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Kami tambahkan Pasal 64 KUHPidana karena ada pelaku yang juga ikut dari TKP pertama sampai TKP ke tujuh,” ujarnya.

Korban diperkosa sejak November 2019 sebanyak 3 kali dengan waktu dan TKP berbeda. Kemudian berlanjut 2 kali pada Desember dan terakhir pada awal Januari 2020 lalu.

“Para pelaku domisilinya sama dan sebagian juga sekolah yang sama,” jelasnya. (chintiasamangun/labesremetwa)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

ARTIKEL TERPOPULER

Tinjau Tes CPNS, Bupati Malra: Cerdas Tapi Harus Teliti

“Cerdas tapi harus teliti dan kosentrasi dengan soal-soal yang ada. Sandarkanlah diri pada Tuhan,” ujar Bupati Malra M. Thaher Hanubun.

Tahun 2021, Warga Ohoi Wermaf Miliki Rumah Layak Huni

Pemerintah Ohoi (Desa) Wermaf tidak tanggung-tanggung mengalokasikan anggaran jumbo untuk rehab rumah warga. Elat,...

Inilah Hasil SKD CPNS Malra, Hari Ketiga

111 orang dinyatakan memenuhi passing grade. Langgur, suaradamai.com –  Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil  di lingkungan...

HUT Sekami Sedunia: Kerumunan yang Membawa Sukacita

Bupati Malra Muhammad Thaher Hanubun merasa bahagia layaknya seorang ayah yang disambut anak-anaknya di rumah usai pekerjaan yang melelahkan. Di balik itu,...

KOMENTAR TERBARU