Dua Mahasiswa Polikant Ukir Prestasi pada Kontes Fillet Ikan se-Indonesia

Katarina Tawurutubun dan Febiana Hukubun meraih juara II dan III pada kontes teknik proses fillet ikan Agricultural Innovation Technology Competition (AITeC) 2021.


Langgur, suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual kembali mengukir prestasi di kancah nasional. Kali ini, dua mahasiswa, Katarina Tawurutubun dan Febiana Hukubun, meraih juara II dan III pada pada kontes teknik proses fillet ikan Agricultural Innovation Technology Competition (AITeC) 2021.

AITeC atau Kompetisi Inovasi Teknologi Bidang Pertanian, yaitu suatu ajang unjuk kemampuan mahasiswa di bidang pertanian. Kompetisi ini menekankan pada kemampuan dasar yang dilakukan seorang mahasiswa pada tahap pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam pencapaian standar kompetensi dalam mengembangkan teknologi yang inovatif, guna mengatasi berbagai tantangan di bidang pertanian. Bidang pertanian meliputi sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, ekonomi, industri, dan teknologi.

Kompetisi ini terbagi atas dua kategori lomba, yakni kompetisi inovasi bidang teknologi dan kontes vokasi. Koordinator AITeC Polikant Ismi Isti’anah menuturkan, Polikant mendaftarkan 14 mahasiswa mengikuti dua kategori lomba tersebut.

Setelah melalui babak penyisihan yang dilakukan secara daring, 10 mahasiswa gugur dan empat orang berhasil masuk babak final. Mereka mewakili Polikant mengikuti babak final di Politeknik Negeri Jember, Jawa Timur pada 6-8 Oktober.

Keempat finalis tersebut mengikuti kompetisi untuk kategori kontes vokasi fillet ikan. Mereka adalah Iskandar Bugis dan Katarina Tawurutubun dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), serta Dedi Boiratan dan Febiana Hukubun dari Prodi Manajemen Rekayasa Pengolahan Hasil Perikanan (MRPHP).

Hasil akhir, Katarina Tawurutubun dan Febiana Hukubun berhasil membawa pulang tropi juara II dan III. Sementara juara I diraih oleh perwakilan Politeknik Negeri Nusa Utara. Katarina dan Febiana juga mendapat sertifikat dan uang pembinaan.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU