Gubernur Maluku Inspektur Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Salawaku 2022

Dalam pelaksanaan operasi akan melibatkan 144.392 personel gabungan yang terdiri atas 87.888 personil Polri, 13.287 personil TNI, serta 43.245 personil yang berasal dari instansi terkait.


Ambon, suaradamai.com – Polda Maluku melaksanakan apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Salawaku 2022, dalam rangka pengamanan lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah.

Gubernur Maluku Murad Ismail bertindak sebagai inspektur apel yang berlangsung di Lapangan Letkol Pol Chr. Tahapary, Kota Ambon, Jumat (22/4/2022) itu.

Apel gelar pasukan ditandai dengan pemasangan pita operasi oleh Gubernur. Sebelumnya, Gubernur didampingi Kapolda Maluku Irjen. Pol. Lotharia Latif, bersama Forkopimda Maluku mengecek pasukan.

“Berdasarkan hasil survei Badan Litbang Kemenhub Republik Indonesia, diprediksi sekitar 85,5 juta masyarakat akan melaksanakan mobilitas perjalanan selama lebaran,” kata Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam amanat yang dibacakan Gubernur Murad saat apel tersebut.

Pergerakan masyarakat terutama terkonsentrasi di wilayah Pulau Jawa dan Bali. Transportasi lebaran didominasi oleh jalur darat dengan menggunakan kendaraan pribadi 47 persen, jalur udara 10 persen, kereta api 10 persen, jalur laut 2 persen dan lainnya 0,9 persen.

“Walaupun situasi pandemi covid di Indonesia saat ini sudah terkendali. Namun, perlu tetap saya tegaskan bahwa pandemi belum sepenuhnya selesai. Kita semua harus waspada. Kita harus menyiapkan masyarakat agar aman dari penularan Covid-19 dengan terus menggelar kegiatan vaksinasi untuk mengejar target,” kata Kapolri.

Per 30 April 2022, vaksinasi di wilayah Jawa dan Bali mencapai 100 persen untuk dosis 2, booster 30 persen dan vaksinasi bagi lansia 70 persen.

Polri dengan dukungan dari TNI, Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan lainnya menyelenggarakan operasi Ketupat 2022 yang dilaksanakan selama 12 hari. Dimulai tanggal 28 April sampai dengan 9 Mei 22. Pengamanan dilakukan di seluruh Indonesia baik masjid, tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api dan bandara.

Dalam pelaksanaan operasi akan melibatkan 144.392 personel gabungan yang terdiri atas 87.888 personil Polri, 13.287 personil TNI, serta 43.245 personil yang berasal dari instansi terkait.

Pelaksanaan pengamanan Idul Fitri, lanjut Kapolri, tidak terlepas dari kebijakan pemerintah melalui instruksi Mendagri nomor 22 tahun 2002 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diberlakukan dari tanggal 19 April sampai dengan 9 Mei 2022, beserta surat edaran Satgas Covid-19 Nomor 16 Tahun 2022 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri pada masa pandemi covid 19 yang berlaku efektif mulai tanggal 24 April 2020.

“Yang diberikan oleh pemerintah agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga harus kita sikapi dengan tetap menjaga agar penyebaran covid-19 tidak mengalami peningkatan dengan melakukan langkah-langkah strategis,” kata Kapolri.

“Operasi Ketupat 2022 harus dilaksanakan secara optimal, perjalanan mudik maupun balik berjalan lancar, aman dan sehat. Kejahatan dan gangguan Kamtibmas sekecil apapun harus kita Cegat dan antisipasi,” pungkas Kapolri.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Pemkot Ambon Tegaskan Pelaporan Hukum Bukan Pembungkaman Kritik

Ambon, suaradamai.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa...

FGD Polikant Dorong Integrasi Sertifikasi Halal dan Keamanan Pangan di Kepulauan Kei

“Supaya masyarakat bisa mawas diri dalam mengonsumsikan bahan pangan...

PT Cakra Mina Perkasa Siap Bangkitkan Sektor Perikanan di Aru, Bupati Ajak Masyarakat Dukung!

"Dengan adanya perusahaan ini, kami berharap dapat meningkatkan perekonomian...

Fossa Imbau 19 Marga di Sumuri Selesaikan Sengketa Tanah Ulayat Secara Adat

Ketua LMA Suku Sumuri, Tadius Fossa, menekankan bahwa SK...