“Hena Hetu hadir sebagai wadah pemersatu, bukan untuk memecah belah. Nilai-nilai adat harus menjadi solusi dalam menyelesaikan persoalan,” tegasnya.
Ambon, suaradamai.com – Halal Bi Halal yang digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hena Hetu Maluku menjadi momentum mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat, khususnya di wilayah Jazirah Leihitu.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Islamic Center Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Rabu (15/4/2026), itu mengusung tema penguatan persatuan dan harmonisasi berbasis nilai-nilai budaya.
Acara tersebut dihadiri Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bersama jajaran pejabat daerah, tokoh adat, serta perwakilan dari 22 negeri adat di Leihitu, Leihitu Barat, dan Salahutu.
Ketua Panitia, Ali Amin Kalau, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur warisan leluhur.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Hena Hetu, M. Saleh Hurasan, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dengan mengedepankan nilai adat dan budaya.
“Hena Hetu hadir sebagai wadah pemersatu, bukan untuk memecah belah. Nilai-nilai adat harus menjadi solusi dalam menyelesaikan persoalan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti masih adanya konflik antar negeri yang perlu diselesaikan melalui pendekatan kearifan lokal.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi sarana memperkuat persaudaraan dan menjaga stabilitas sosial.
“Pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi bagaimana kita menjaga hubungan sosial dan semangat orang basudara. Itu adalah fondasi utama kemajuan Maluku,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan, serta komitmen pemerintah dalam menertibkan aktivitas ilegal seperti pertambangan tanpa izin, penangkapan ikan ilegal, dan pembalakan liar.
Di sisi lain, Gubernur menyampaikan optimisme terhadap proyek strategis nasional seperti pengembangan Blok Masela dan Maluku Integrated Port yang diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan ini turut diisi tausiah oleh Abdurrahman Makatita dan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.
Melalui momentum ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat semakin kuat dalam menjaga persatuan dan mendorong kemajuan Maluku.
