Hari Puisi Arafura, Hari Puisi Kedaerahan Pertama di Maluku

‎

‎Dobo, suaradamai.com – Rumah Sastra Arafura (RSA) menggelar Deklarasi Hari Puisi Arafura belum lama ini di Aula Cendrawasih Dobo.

‎Berbagai pertunjukan sastra dipertontonkan dihadapan ratusan orang. Mulai dari teater tubuh, puisi, teaterikal, monolog, hingga musikalisasi puisi yang diangkat dari karya-karya mendiang ketua RSA, Silvester Yopi Heatubun.

‎Lalu dilanjutkan dengan Deklarasi Hari Puisi Arafura yang dideklarasikan oleh pembina RSA, Hery Gardjalay.

‎Hari Puisi Arafura (HPA) adalah sebuah penghormatan dan upaya menolak lupa bahwa Aru pernah memiliki seorang penyair, pendidik, penggerak literasi, yang berperan penting dalam perkembangan sastra dan literasi di Aru.

‎Dia adalah Silvester Yopi Heatubun, penyair sekaligus founder dan ketua RSA yang pada penghujung April lalu meninggal dunia lantaran laka maut.

‎”Meski telah tiada, warisan karya-karyanya untuk Aru tetap dilanjutkan. Ini semangat yang katong (kami) RSA terus dorong,” ucap Penanggung Jawab Kegiatan, Jesen Adrianz dalam laporannya.

‎Dijelaskan, HPA ini juga untuk menghormati setiap dedikasi dari para penyair yang selama ini telah membangun Aru dengan karya-karya mereka, juga menjadi semangat untuk penyair-penyair muda yang masih terus berkarya.

‎Pembina RSA, Hery Gardjalay dalam sepatah katanya mengatakan, Ini merupakan hari puisi kedaerahan pertama di Maluku yang dipelopori oleh penyair-penyair dari Aru.

‎”Semua orang Aru harus bangga dengan ini. Dengan demikian akan terus bangkit penyair-penyair yang membangun Aru dengan karya-karya mereka,” ucap Gardjalay.

‎Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Aru, Yady Wibowo dalam sambutannya mengapresiasi RSA yang begitu konsisten menyebarkan semangat bersastra di Aru.

‎”RSA ini dari dulu saya ikutin, selalu bersemangat. Semoga semangat ini terus dikobarkan untuk terus menghidupkan sastra di daerah ini. Saya yakin akan banyak orang yang mencintai sastra di Aru ini karena semangat dari teman-teman RSA,” ucap Yadi.

‎Ia berharap, setelah deklarasi ini, akan ada banyak kegiatan-kegiatan RSA yang dilaksanakan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap sastra dengan berkolaborasi bersama pemerintah daerah maupun pelaku seni lainnya.

‎HPA 2026 sebelumnya telah berlangsung sejak Minggu (27/9/2026). Dimulai dengan Ziarah Puisi, Nobar dan Diskusi Film, hingga panggung bebas. Sementara puncak pementasan dan deklarasi digelar pada 28 September di Aula Cendrawasih.

EDITOR: HENRIK TOATUBUN


‎Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Kepulauan Aru


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Renungan Katolik 4 Oktober 2026: Tuhan Menantikan Buah dari Hidup Kita

Minggu Pekan Biasa XXVIIWarna Liturgi: HijauBacaan I: Yesaya 5:1-7Mazmur:...

Yacobus Lerebulan Resmi Nahkodai Ikatan Pemuda Maluku Teluk Bintuni

Lerebulan yang merupakan kandidat nomor urut 3 meraih 127...

SPPG Maluku Diluncurkan, Layanan Bertahap: Mulai 500 Hingga 3.000 Penerima

AMBON — Meski pembangunan fisik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi...

Berkat SP2D Online, Pemkab Aru Pastikan Gaji ASN Dibayar Tepat Waktu Tiap Bulan

‎‎Dobo, suaradamai.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru terus...