Oleh Inay Kristina Maranressy, M.AB, Dosen STIA Darul Rachman Tual
Nuhu Evav, sebuah wilayah yang kaya akan budaya dan tradisi, dikenal sebagai tempat di mana kehidupan sosialnya terjalin dalam harmoni yang erat. Salah satu nilai inti yang menjadi landasan kehidupan masyarakat di sana adalah falsafah fangnanan.
Dalam kehidupan masyarakat di Kepulauan Kei, Maluku itu, fangnanan tidak hanya sekadar filosofi, tetapi menjadi panduan hidup yang menjaga keseimbangan, perdamaian, dan keharmonisan dalam setiap aspek kehidupan.
Fangnanan mengajarkan pentingnya keseimbangan dalam segala hal. Keharmonisan yang tercipta dalam kehidupan orang basudara di Nuhu Evav bukanlah hasil dari kebetulan, melainkan dari penerapan nilai-nilai luhur yang termaktub dalam fangnanan, yang menjaga hubungan antar individu, keluarga, dan komunitas tetap kuat dan saling mendukung.
Fangnanan: Prinsip Kehidupan yang Seimbang
Secara sederhana, fangnanan dapat dipahami sebagai prinsip untuk menjaga keseimbangan dalam setiap tindakan, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam hubungan sosial.
Fangnanan menekankan pada pentingnya menjaga keharmonisan dalam setiap aspek kehidupan—baik antara individu dengan individu, keluarga dengan keluarga, maupun antara kelompok dalam masyarakat.
Filosofi ini mengajarkan untuk selalu menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, antara kepentingan pribadi dan kepentingan bersama.
Di Nuhu Evav, masyarakat sangat menghargai konsep keseimbangan ini dalam menjalani hidup mereka sehari-hari. Mereka percaya bahwa hanya dengan keseimbangan yang baik antara semua aspek kehidupan, maka kedamaian dan keharmonisan bisa tercipta dan dipertahankan.
Hidup Berdampingan dengan Falsafah Fangnanan
Penerapan fangnanan dalam kehidupan masyarakat basudara di Nuhu Evav dapat dilihat dalam berbagai tradisi, interaksi sosial, dan cara mereka menyelesaikan masalah.
Filosofi ini menjadi pijakan yang membimbing mereka untuk hidup berdampingan dalam kedamaian dan kebersamaan, antara lain:
1. Saling Menghormati dalam Kehidupan Sehari-hari
Salah satu contoh penerapan fangnanan dalam kehidupan sehari-hari adalah sikap saling menghormati dan menjaga hubungan yang baik antar tetangga.
Di Nuhu Evav, kehidupan bersama sangat dipengaruhi oleh hubungan antar individu dalam komunitas. Setiap individu saling menghargai perbedaan dan berusaha menjaga keseimbangan dalam setiap interaksi.
Tidak ada yang merasa terasingkan atau diabaikan karena prinsip fangnanan mengajarkan bahwa setiap orang memiliki hak dan peran yang sama dalam menjaga keharmonisan bersama.
2. Gotong Royong dan Kerja Sama
Salah satu tradisi yang sangat dihargai di Nuhu Evav adalah gotong royong. Ketika ada pekerjaan besar yang harus dilakukan, seperti membangun rumah atau mengadakan perayaan adat, seluruh anggota komunitas akan bekerja sama tanpa membedakan status atau kedudukan.
Fangnanan mengajarkan agar setiap orang berkontribusi dengan adil dan seimbang sesuai dengan kemampuan mereka, tanpa ada yang merasa lebih penting daripada yang lain.
Dalam gotong royong, keseimbangan antara memberi dan menerima sangat dijaga, menciptakan rasa kebersamaan dan solidaritas yang kuat.
3. Penyelesaian Konflik dengan Mengutamakan Keseimbangan
Konflik mungkin saja muncul dalam kehidupan sosial, namun di Nuhu Evav, konflik diselesaikan dengan pendekatan yang penuh keseimbangan. Fangnanan mengajarkan untuk selalu mencari solusi yang adil dan menguntungkan semua pihak.
Dalam penyelesaian masalah, baik itu masalah keluarga, tetangga, atau komunitas, masyarakat Nuhu Evav selalu berusaha untuk memahami sudut pandang satu sama lain.
Dengan mengutamakan prinsip keseimbangan, mereka dapat menemukan titik temu yang tidak hanya memuaskan salah satu pihak, tetapi menciptakan perdamaian yang bertahan lama.
4. Perayaan Adat sebagai Wujud Keharmonisan
Upacara adat dan perayaan di Nuhu Evav bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan sarana untuk memperkuat ikatan sosial dan menunjukkan solidaritas.
Dalam setiap perayaan, prinsip Fangnanan selalu dijaga, di mana setiap orang memiliki peran yang sama pentingnya.
Tidak ada perbedaan kelas atau kedudukan yang mencolok. Semua orang berkontribusi dan merayakan kebahagiaan bersama. Hal ini menciptakan rasa kesatuan yang mendalam dan membuktikan bahwa keharmonisan bisa terwujud jika semua pihak bekerja sama dengan niat yang tulus.
Fangnanan dalam Keluarga: Pilar Keharmonisan
Di dalam keluarga, penerapan fangnanan juga sangat penting. Setiap anggota keluarga di Nuhu Evav diajarkan untuk menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban mereka.
Orang tua mengajarkan anak-anak mereka untuk tidak hanya memperhatikan kebutuhan pribadi, tetapi juga kebutuhan keluarga secara keseluruhan.
Fangnanan menanamkan nilai bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga hanya bisa tercapai jika ada kerjasama, komunikasi, dan pengertian antara setiap anggota keluarga.
Fangnanan juga mendorong anggota keluarga untuk saling mendukung dalam setiap langkah kehidupan.
Ketika seorang anggota keluarga menghadapi kesulitan, yang lain akan memberikan dukungan moral dan fisik untuk membantu mengatasi masalah.
Sebaliknya, ketika ada yang meraih sukses, mereka juga merayakannya bersama dengan sukacita, menguatkan ikatan keluarga dan komunitas.
Masyarakat yang Harmonis Berlandaskan Fangnanan
Kehidupan masyarakat Basudara di Nuhu Evav adalah contoh nyata bahwa hidup berdampingan dalam kedamaian dan keharmonisan itu bisa terwujud jika setiap individu mengutamakan prinsip Fangnanan.
Dengan selalu menjaga keseimbangan dalam hubungan sosial, mereka berhasil menciptakan masyarakat yang penuh dengan kasih sayang, saling menghargai, dan saling mendukung.
Melalui penerapan fangnanan, masyarakat Nuhu Evav tidak hanya mampu hidup berdampingan dalam kedamaian, tetapi juga menciptakan lingkungan yang inklusif dan harmonis.
Mereka memahami bahwa hidup bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan antara diri sendiri, keluarga, dan komunitas.
Fangnanan adalah prinsip kehidupan yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat Basudara di Nuhu Evav.
Dengan mengutamakan keseimbangan, saling menghormati, dan bekerja sama, mereka dapat hidup berdampingan dalam kedamaian dan kebersamaan.
Dalam setiap tradisi, upacara, dan interaksi sosial, filosofi Fangnanan menjadi pedoman yang menguatkan ikatan persaudaraan dan menciptakan kehidupan yang penuh kasih sayang, kesetaraan, dan keadilan.
Kehidupan yang harmonis ini tidak hanya menguntungkan masyarakat Nuhu Evav, tetapi juga menjadi contoh bagi kita semua tentang pentingnya hidup berdampingan dalam keseimbangan.
Mari kembalikan Nuhu Evav seperti dulu Basudara, tidak ada gunanya terus ada dalam perpecahan, karena kalah jadi arang menang jadi abu, kita rajut kembali kasih persaudaraan satu dengan yang lain yang sudah diwariskan leluhur kita supaya dengan bersatu Nuhu Evav akan semakin bermartabat, lebih maju dan lebih baik.
Marilah kita bersatu dalam semangat fangnanan, damai dan saling menghormati, agar setiap perbedaan yang ada menjadi kekuatan untuk membangun bersama.
Dengan hati yang terbuka, mari kita jaga kedamaian dan menciptakan lingkungan yang harmonis untuk generasi mendatang.
Salam Fangnanan!





