Kadinkes Malra: Vaksin untuk Maluku Tenggara, Tual, dan Aru Disimpan di Langgur

Ada empat lokus (tempat) penyimpanan vaksin di Maluku. Maluku Tenggara temasuk salah satu tempat penyimpanan vaksin.


Langgur, suaradamai.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara dr. Katrinje Notanubun mengatakan, vaksin buatan sinovac yang disiapkan Kemenkes untuk Provinsi Maluku telah tiba di Ambon.

Tetapi belum didistribusikan ke 11 kabupaten/kota di Maluku karena masih menunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Di Provinsi Maluku, ada empat lokus (tempat) penyimpanan vaksin. Maluku Tenggara temasuk salah satu tempat penyimpanan vaksin untuk kebutuhan Maluku Tenggara, Tual dan Kepulauan Aru,” jelas Ketty, sapaan Katrinje, dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Kantor Bupati Malra, Jumat (8/1/2021).

Dia melanjutkan, instalasi farmasi Kabupaten Maluku Tenggara dianggap layak untuk ditempatkan cold room (ruangan dingin) yang berkapasitas lebih dari 43.000 watt. Dimana cold room ini akan diatur suhunya antara 2 sampai 8 C° untuk menyimpan vaksin.

Dinas Kesehatan sementara melakukan koordinasi dengan PLN untuk menambah daya menjadi 53.000 watt. Sebagai antisipasi, Dinkes juga akan menyediakan genset agar mencegah terjadinya  pemadaman listrik.

Persiapan vaksinasi di Malra

Ketty katakan, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara telah menyiapkan 18 puskesmas, Rumah Sakit Hati Kudus Langgur dan RSUD Karel Sadsuitubun sebagai fasilitas pelayanan kesehatan vaksinasi Covid-19.

“Pada RS Hati Kudus Langgur dan RSUD Karel Sadsuitubun Langgur nantinya akan disiapkan tempat penyimpanan vaksin, sedangkan untuk puskesmas sudah ada tempat cold chain atau tempat menyimpan vaksin. Selama ini kami sudah rutin mengerjakan vaksinasi untuk anak-anak atau imunisasi,” papar Ketty.

Plt Direktur Karel Sadsuitubun Langgur itu juga menjelaskan, tenaga kesehatan (nakes) adalah yang pertama kali disuntik atau diberikan vaksin.

“Dalam beberapa hari kedepan kami akan latih 110 orang tenaga kesehatan. Pada tiap rumah sakit akan dilatih 10 orang dan puskesmas akan dilatih dilatih 5 orang, yang terdiri dari dokter perawat dan bidan yang akan dilatih secara virtual bersama tenaga kesehatan se-Provinsi Maluku,” kata Ketty.

Ketty melanjutkan, pada setiap rumah sakit dan puskesmas akan disiapkan empat meja dan akan ada empat petugas kesehatan saat pelaksanaan vaksinasi.

Meja pertama untuk pendaftaran. Meja kedua untuk screening oleh dokter, dimana pasien yang divaksinasi harus memenuhi persyaratan tertentu yakni umur 18-59 tahun dalam keadaan sehat. Jika memenuhi syarat, pasien tersebut akan masuk meja ketiga yaitu pelaksanaan vaksinasi. Setelah selesai akan diberikan e-tiket.

Selanjutnya pada meja keempat, akan menginput data melalui aplikasi P-Care. Aplikasi ini merupakan aplikasi yang disiapkan oleh BPJS. Dalam penginputan, akan diketahui efek samping atau kata lain kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

Editor: Labes Remetwa

Pada setiap rumah sakit dan puskesmas akan disiapkan empat meja dan akan ada empat petugas kesehatan saat pelaksanaan vaksinasi.


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Inovasi Yogurt Anggur Laut dan VCO Hasil PBL Bioteknologi Perikanan Polikant di Ngilngof

“Terutama untuk Desa Ngilngof sebagai tempat wisata. Ketika wisatawan...

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...