Kesbangpol Teluk Bintuni Gelar Diskusi Pengendalian Gerakan Radikalisme, Separatisme, dan Ekstrimisme

Bupati Teluk Bintuni mengajak semua pihak untuk menjaga dan melindungi Tanah Sisar Matiti dari segala bentuk ancaman yang dapat merusak persatuan dan kesatuan.


Bintuni, suaradamai.comBadan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, menggelar kegiatan sosialisasi dan diskusi tentang pengendalian gerakan radikalisme, separatisme, dan ekstrimisme.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Teluk Bintuni, Kamis (2/10/2025), melibatkan puluhan peserta. Turut hadir Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kampung Rudi Harjo dan Kepala Kesbangpol Teluk Bintuni Reinhard C. Maniagasi.

Dalam kesempatan tersebut, Kesbangpol menghadirkan narasumber dari unsur TNI dan Polri. Materi pertama disampaikan oleh Danramil 1806-03/Merdey Kapten CBA. Simson Womsiwor tentang radikalisme.

Ia memaparkan tentang sejarah dan perkembangan radikalisme, penyebab, dan cara pencegahan radikalisme.

Selanjutnya, Kasat Binmas Polres Teluk Bintuni Iptu Kristian Bolang dan Kanit Polmas Aipda Frengky Wabiser yang menjelaskan tentang pencegahan paham radikalisme, separatisme, dan ekstrimisme melalui pendekatan kemanusiaan.

Bupati Teluk Bintuni dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kampung Rudi Harjo, mengatakan, Kabupaten Teluk Bintuni juga termasuk daerah yang cukup rentan terhadap pengaruh radikalisme, separatisme, dan ekstrimisme, karena memiliki keragaman suku, agama, dan budaya.

Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menjaga dan melindungi Tanah Sisar Matiti dari segala bentuk ancaman yang dapat merusak persatuan dan kesatuan.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan empat poin penting yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni peningkatan pemahaman agama yang moderat; penguatan nilai-nilai kebangsaan; pemberdayaan masyarakat; serta sinergi dan kerja sama.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban daerah kita. Mari kita perkuat persatuan dan kesatuan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kerukunan,” ujar Bupati.

Pantauan suaradamai.com, peserta antusias dalam diskusi. Ada enam perwakilan peserta yang menyampaikan pertanyaan, masukkan, bahkan kritik terhadap kegiatan tersebut.

Salah satunya adalah Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Teluk Bintuni Yan Kamisopa. Dalam kesempatan itu, Yan mempertanyakan perhatian negara bagi orang Papua. Menurutnya, negara belum adil terhadap Papua jika dibandingkan dengan kontribusi Papua kepada negara dalam hal pemanfaatan sumber daya alam.

Terakhir ia menekankan bahwa dalam mengatasi masalah separatisme di Papua, hanya dapat ditempuh melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Editor: Labes Remetwa


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Lampaui Target 2025, Penumpang di PELNI Tembus 5,15 Juta Orang

Kepala Cabang Pelni Tual, Teguh Harisetiadi, menyampaikan bahwa realisasi...

Konflik di Ohoi Ngadi Berakhir, Wawali Tual: Tanpa Rasa Aman Pembangunan Tak Jalan

Tual, suaradamai.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tual bersama para...

Sah! Ini 3 Calon Direktur Polikant Periode 2025-2029

Kabalmay mengatakan, proses tahapan penyaringan ini sesuai dengan mekanisme...

Bupati Kaidel: Panen Raya 2026 Jadi Motivasi Petani Aru Dukung Program Nasional

Bupati Kaidel mengatakan, panen raya ini menjadi momentum untuk...